LANGIT7.ID, Jakarta - Hujan lebat yang mengguyur Pakistan mengakibatkan banjir bandang menewaskan setidaknya 1.100 korban jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pengumpulan dana bantuan senilai 160 juta dolar AS (Rp2,4 triliun) guna membantu Pakistan.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan Pakistan membutuhkan perhatian kolektif dan prioritas dunia. Ini juga merupakan sinyal bagi dunia untuk meningkatkan tindakan melawan perubahan iklim akibat ulah manusia.
"Orang-orang Pakistan menghadapi musim hujan akibat steroid dampak tanpa henti dari tingkat hujan dan banjir yang luar biasa,” kata Guterres dikutip Aljazeera, Rabu (31/8/2022).
Baca Juga: Waketum Persis: Menjaga Lingkungan Inti Ajaran IslamGuterres berharap agar 160 juta dolar AS dapat segera terkumpul guna memberi 5,2 juta warga Pakistan makanan, air, sanitasi, pendidikan darurat, dan fasilitas kesehatan.
"Mari kita semua meningkatkan solidaritas dan mendukung rakyat Pakistan pada saat mereka membutuhkan," ujarnya.
"Mari kita semua sadar atas kehancuran planet kita oleh perubahan iklim," imbuhnya.
Hujan deras memicu banjir bandang yang melanda pegunungan utara di Pakistan dan menghancurkan bangunan, jembatan, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Volume besar air mengalir ke sungai Indus, yang mengalir di tengah Pakistan dari puncak utara ke dataran selatan, membawa banjir di sepanjang sungai.
Baca Juga: Seoul Dilanda Banjir Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir, 8 Orang TewasBaca Juga: Konser Noah Satu Dekade, Ariel: Eks Personel Tidak Terlibat(zhd)