home global news

Sampah Antariksa Kerap Jatuh ke Bumi, Bagaimana Tingkat Bahayanya?

Rabu, 31 Agustus 2022 - 19:01 WIB
Ilustrasi sampah antariksa. Foto: LANGIT7/iStock
Bumi merupakan salah satu planet yang memiliki daya gravitasi. Oleh karena itu, berbagai benda langit atau sampah antariksa kerap jatuh ke bumi.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset AntariksaBRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan benda jatuh antariksa ada dua klasifikasi, pertama benda buatan, seperti puing roket, kedua benda antariksa alami yaitu meteoroid (bakal meteor),asteroid, dan pecahan komet.

Baca juga: 7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China

“Ada juga benda antariksa seperti bekas satelit komunikasi/satelit meteorologi pada ketinggian 36.000 km akan tetap berada di orbitnya. Tetapi yang orbit rendah dibawah 1000 km akan mengalami efek pengeremen atmosfer sehingga makin lama makin turun ketinggiannya dan jatuh (ke bumi),” ujar Thomas, dalam live Instagram DOFIDA, dikutip Langit7, Rabu(31/8/2022).

Thomas menjelaskan, sampah antariksa yang perlahan jatuh ke bumi dan berada di ketinggian 110 km atau ketinggian 120 km sudah batas kritis.

"Sebagai contoh Satelit LAPAN-A1 pada ketinggian 630 km, satelit LAPAN-A2 ketinggian 500 km, satelit LAPAN-A3 pada ketinggian 650 km umurnya bisa sekitar 50 tahun. Tetapi di bawah 300 km hanya beberapa tahun, dan jika lebih rendah bisa beberapa bulan, kemudian jika di bawah ketinggian 150 km hanya bertahan beberapa hari," kata Thomas.

Adapun potensi bahayanya ada dua, yakni ketika di orbit dan saat jatuh. Pada saat mengorbit, ada potensi sampah antariksa bertabrakan dengan satelit aktif.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
brin satelit sampah antariksa gravitasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya