LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat baru-baru ini digegerkan dengan jatuhnya puing roket seberat 3 ton. Puing antariksa Long March 5B CZ5B yang merupakan roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa milik Cina.
Ternyata sampah antariksa yang jatuh di Kalimantan Barat bukanlah yang pertama kalinya di Indonesia. Peneliti Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, mencatat sudah ada tujuh sampah antariksa yang jatuh di Indonesia.
Dia menjelaskan, sampah antariksa merupakan bagian roket peluncur atau satelit yang tidak berfungsi lagi yang mengorbit bumi atau dalam perjalanan menuju orbit. Jumlahnya mencapai belasan ribu.
“Karena hambatan udara, sampah antariksa di orbit rendah, ketinggian kurang dari 1.000 km, makin lama makin turun ketinggiannya,” jelas Prof Thomas melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Puing Roket Seberat 3 Ton Jatuh di Kalimantan Barat, Tidak Ada Korban Jiwa
Pada ketinggian sekitar 120 km, objek yang mengorbit bumi memasuki atmosfer padat dan mengalami efek pengereman. Pada ketinggian itu, objek antariksa tidak bisa bertahan di orbitnya dan jatuh dalam hitungan menit.
Berikut ini tujuh sampah antariksa yang pernah jatuh ke bumi dan dilaporkan kepada LAPAN:
1. Sampah Antariksa Jatuh di Gorontalo 1981 ![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Tabung bahan bakar roket jatuh di Gorontalo pada 16 Maret 1981. LAPAN mengidentifikasi sampah antariksa itu melalui waktu dan lokasi titik jatuhnya. Objek tersebut bagian roket SL-8 milik Uni Soviet atau Rusia dengan nomor katalog 11610.
Roket itu digunakan untuk meluncurkan satelit Interkosmos 20 pada 1 November 1979.
2. Sampah Antariksa Jatuh di Lampung 1988Tabung bahan bakar bekas roket jatuh di Lampung pada 16 April 1988. Analisis orbit sampah antariksa yang melintas Lampung pada hari kejadian, menyimpulkan benda jatuh tersebut adalah roket SL-4 milik Soviet.
Roket milik Uni Soviet itu bernomor katalog 19042. Roket itu digunakan untuk meluncurkan satelit Cosmis 1938 pada 11 April 1988.
3. Sampah Antariksa Jatuh di Bengkulu 2003
![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Pada 13 Oktober 2003 ada laporan benda jatuh di Bengkulu. Melalui hasil analisis orbit sampah antariksa, objek itu merupakan pecahan roket CZ-3 milik Cina dengan nomor katalog 23416.
Baca Juga: BRIN Imbau Warga Segera Lapor Jika Temukan Puing Roket Cina
Roket itu digunakan untuk meluncurkan DFH-3 1 pada 29 November 1994.
4. Sampah Antariksa Jatuh di Madura 2016
![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Pada 26 Desember 2016 lalu, masyarakat Madura dibuat heboh dengan benda jatuh dari langit di perairan Sumenep, Madura. Dari analisis orbitnya, objek-objek itu diidentifikasi sebagai roket Falcon 9 dengan nomor katalog 41730 milik Space X Amerika Serikat.
Roket itu digunakan untuk meluncurkan satelit JCSAT 16 pada 14 Agustus 2016.
5. Sampah Antariksa Jatuh di Sumatera Barat 2017
![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Sumatera Barat juga pernah menjadi lokasi sampah antariksa jatuh. Tepatnya pada 18 Juli 2017, ada dua objek antariksa jatuh di dua lokasi berbeda di daerah tersebut.
Dari analisis orbitnya, diidentifikasi kedua objek itu berasal dari pecahan roket CZ-3A dengan nomor katalog 31116 milik Cina. Roket digunakan untuk meluncurkan satelit Beidou M1 pada 13 April 2017.
6. Sampah Antariksa Ditemukan di Kalimantan Tengah 2021
![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Sebuah objek berlogo CNSA (
Chinese National Space Administration) ditemukan Warga pada 4 Januari 2021. Awalnya, objek itu diduga bagian roket RRT yang melintas di wilayah itu saat jatuh awal Januari.
Namun, setelah gambar lengkap diperoleh dan didukung konfirmasi dari CNSA, objek itu adalah
payload fairing (pelindung muatan satelit) roket Long March/CZ-8 milik RRT.
Roket LM/CZ-8 diluncurkan pada 22 Desember 2020. bagian
fairing dilepaskan Sebelum roket mencapai orbit dan jatuh di perairan dekat Selat Karimata. Arus laut membawa objek yang relatif ringan ke Selat Karimata lalu Laut Jawa dan terdampar di pantai Kalimantan Tengah.
7. Sampah Antariksa Ditemukan di Sanggau, Kalimantan Barat 2022
![7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China]()
Pada 30 Juli 2022, dikabarkan sampah antariksa berkode CZ-5B milik RRT bakal jatuh. CZ-5B merupakan bekas roket peluncur modul stasiun antariksa RRT yang diluncurkan pada 24 Juli 2022.
Kala itu, tim Pusat Riset Antariksa BRIN terus memantau lintasan akhir orbit CZ-5B yang melewati Indonesia. Akhirnya, melalui konfirmasi USSPACECOM di situs space-track.com, objek itu jatuh di samudera Hindia pada pukul 23.45 WIB.
Baca Juga: Mengenal Long March 5B, Roket China yang Puingnya Jatuh di Kalimantan“Itu artinya, ketinggiannya sudah mencapai atmosfer padat yang menyebabkan objek turun. Objek jatuh,” ucap Thomas.
Objek tersebut hancur dan terbakar. Pecahannya tersebar di sepanjang lintasan orbit terakhir. Dari peta lintasan, pecan badan roket berpotensi tersebar mulai dari Sumatera bagian selatan sampai Kalimantan Barat.
Dari analisis kecepatan orbit, dari titik jatuh di Samudera Hindia objek hanya butuh waktu sekitar enam menit untuk sampai Kalimantan Barat. Sebagian besar pecahan habis terbakar atau jatuh di laut Atau hutan, sehingga tidak diketahui warga.
Dalam laporan yang diterima LAPAN tentang kenampakan objek terang yang meluncur di langit Lampung yang terkonfirmasi dari Allsky Camera milim Itera (Institut Teknologi Sumatera).
“Lalu, ada laporan terlihatnya objek di langit berupa pecahan yang menyala di Serawak. Kemudian, ditemukan objek logam yang diduga kuat adalah pecahan badan roket di Sanggau, Kalimantan Barat,” ucap Thomas.
(jqf)