LANGIT7.ID - , Jakarta - Serpihan puing
roket Long March 5B atau CZ-5B milik Chi
Chinana melintasi sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan, salah satu puingnya ditemukan jatuh di Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Pelacak Satelit, Jonathan McDowel, melalui akun Twitter pribadinya @marufins.
"Rekap CZ-5B, puing-puing yang signifikan jatuh di Kalimantan, Indonesia. Tidak ada korban atau kerusakan
properti yang dilaporkan, puing-puing jatuh di dekat desa," cuitnya, Senin (1/8/2022).
Baca juga: BRIN Imbau Warga Segera Lapor Jika Temukan Puing Roket China
Spesifikasi Long March 5B
Melansir dari Space Flight, Selasa (2/8/2022) roket yang
re-entry ke bumi itu merupakan kendaraan bekas peluncuran yang dikembangkan Akademi Kendaraan Peluncuran China (CALT).
Long March 5B diluncurkan pada 24 Juli 2022 mengirimkan modul baru menuju stasiun
luar angkasa Tiangong China yang sedang dibangun.
Modul tersebut berupa sains Wentian seberat 25 ton di jalur untuk berlabuh di pos terdepan orbit. Terdapat sepuluh mesin mendorong roket Long March 5B ke langit dengan daya dorong sekitar 2,4 juta pon.
Roket Long March 5B setinggi 176 kaki (53,7 meter) berbahan bakar hidrogen cair kriogenik untuk tahap intinya. Booster dan tahap inti mengkonsumsi
oksigen cair super dingin untuk menyalakan Long March 5B, pada saat peluncurannya dari Wenchang.
Baca juga: Sampah Antariksa Bekas Roket China Terlihat Melintasi SumateraRoket Long March 5B merupakan yang terbesar dan terluar di China sehingga mampu mengangkat muatan mencapai 14 ribu kilogram ke orbit geostasioner.
Adapun penyebab jatuhnya puing-puing Long March 5B adalah karena sudah tidak beroperasi lagi setelah peluncuran sains Wentian sehingga
re-entry ke bumi begitu saja.
(est)