LANGIT7.ID, Jakarta - Roket Long March 5B CZ5B, bekas peluncuran modul stasiun antariksa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) jatuh di sekitar Samudra Hindia, tepatnya dekat Sarawak, Kalimantan. Peristiwa ini terpantau oleh Pusat Riset Antariksa-
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Terkini, salah satu puing Long March 5B CZ5B ditemukan jatuh di daratan, di Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat. Puing yang ditemukan tersebut berukuran 3 sampai 4 meter dengan bobot 3 ton. Berat tersebut sepertujuh dari ukuran totalnya, yakni 20 ton dengan tinggi 30 meter.
Baca Juga: Puing Roket Seberat 3 Ton Jatuh di Kalimantan Barat, Tidak Ada Korban JiwaPeneliti Senior BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan, puing-puing Long March 5B CZ5B jatuh di wilayah Kalimantan Barat karena Indonesia merupakan lintasan akhir bekas roket. "Terpantau, Indonesia di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat terlintasi pada saat-saat akhir lintasan bekas roket. Pusat Riset Antariksa BRIN terus memantaunya. Kemungkinan (puing-puing) besar jatuh di lautan," ujar Thomas dalam keterangan resmi, dikutip Langit7.id, Senin (1/8/2022).
Meski demikian, peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaluddin mengimbau untuk seluruh masyarakat Indonesia yang melihat benda antariksa ini jatuh untuk segera melaporkan ke BRIN. "Bila ada penduduk yang melihat objek langit yang jatuh sekitar, segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui email prantariksa@brin.go.id," kata Thomas.
Sebagai informasi, sampah antariksa ini mengalami
atmospheric re-entry di sekitar wilayah selatan Filipina dan berada pada ketinggian 10 km di atas wilayah Sarawak Malaysia (Panah Merah) pada (31/7). Penyebab dari jatuhnya Long March 5B CZ5B karena sudah tidak beroperasi lagi setelah peluncuran satelit sehingga
re-entry ke bumi begitu saja.
Baca Juga:
Roket China Jatuh Dekat Kalimantan, Ini Penjelasan BRIN
NASA Teliti Debu Luar Angkasa yang Pengaruhi Iklim Bumi(asf)