LANGIT7.ID, Sanggau - Puing antariksa Long March 5B CZ5B yang merupakan roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa milik Cina, ditemukan jatuh di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Menurut laporan Peneliti Badan Antariksa Indonesia (INASA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, puing yang ditemukan tersebut berukuran sepertujuh dari ukuran totalnya. Diketahui bobot total Long March 5B CZ5B sekitar 20 ton dengan tinggi 30 meter.
"Iya (puing Long March 5B CZ5B) yang ditemukan di Sanggau memiliki ukuran sekitar 3 sampai 4 meter dengan bobot sekitar 3 ton," ujar Andi, kepada Langit7.id, Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Pesawat Sky Ranger FASI Jatuh di Perkemahan Cibubur, KNKT Perlu Beri Pengawasan?
Andi mengatakan, pada saat jatuh, Long March 5B CZ5B sudah terpecah dan tersebar di wilayah yang dilintasi. "Namun saat ini sementara baru ditemukan di Sanggau saja puing yang jatuh," tutur Andi.
Berdasarkan pemantauan BRIN, Long March 5B CZ5B, melintas di sekitar Sarawak, Kalimantan pada Ahad (31/7/2022). Sampah antariksa mengalami penetrasi ke atmosfer di sekitar wilayah selatan Filipina dan berada pada ketinggian 10 km di atas wilayah Panah Merah, Sarawak, Malaysia.
Adapun penyebab dari jatuhnya Long March 5B CZ5B karena sudah tidak beroperasi lagi setelah peluncuran satelit sehingga masuk kembali ke bumi begitu saja.
Baca Juga: China Eastern Airlines Jatuh, Begini Tanggapan Boeing
Lebih lanjut Andi melaporkan, puing jatuh tak menimpa masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
"Puing ini jatuh di sekitar di tanah lapang dekat hutan, jauh dari pemukiman warga," katanya.
(jqf)