LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah pesawat penumpang dari maskapai Yeti Airlines yang membawa 72 orang di dalamnya jatuh di dekat Bandara Internasional Pokhara,
Nepal. Dalam tragedi ini, 68 orang dilaporkan tewas.
Pesawat ATR 72-500 bermesin ganda itu melakukan penerbangan domestik dari Kathmandu ke Pokhara. Pesawat itu membawa penumpang lokal serta lima orang India, empat orang Rusia, satu orang Irlandia, dua orang Korea Selatan, satu orang Australia, satu orang Perancis, dan satu orang Argentina.
Ratusan petugas penyelamat kini menyusuri lereng bukit tempat pesawat itu jatuh. Menurut laporan pemerintah setempat, cuaca sedang cerah saat pesawat jatuh sehingga belum ada indikasi mengapa
kecelakaan terjadi.
Baca Juga: KNKT Ungkap Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Sriwijawa Air SJ182Menurut Otoritas Penerbangan Sipil, Yeti Airlines sempat melakukan kontak dengan bandara Pokhara saat berada di Seti Gorge pada pukul 10.50 waktu setempat, Ahad (15/1). Namun tak lama kemudian, pesawat jatuh.
Menurut kesaksian penduduk setempat, Khum Bahadur Chhetri mengatakan, dia melihat dari atap rumahnya pesawat tersebut terbang rendah sebelum jatuh.
"Saya melihat pesawat bergetar, bergerak ke kiri dan kanan, dan kemudian tiba-tiba menukik tajam dan masuk ke ngarai," kata Chhetri kepada
Reuters.
Baca Juga: Badan Pesawat TNI AL G-36 Bonanza Ditemukan di Kedalaman 15 MeterMenanggapi masalah ini, Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Paudel memastikan, pemerintah Nepal membentuk sebuah panel untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Dia memperkirakan laporan temuannya dirilis dalam waktu 45 hari.
Badan investigasi kecelakaan udara Perancis, BEA, juga akan berpartisipasi dalam penyelidikan penyebab kecelakaan Yeti Airlines. Dilansir dari
CNA, Senin (16/1/2023), tragedi ini merupakan kecelakaan udara terburuk dan paling mematikan dalam 30 tahun terakhir di Nepal sejak 1992.
Sebagai informasi, pada 1992 Airbus A300 Pakistan International Airlines jatuh ke lereng bukit saat mendekati Kathmandu, menewaskan 167 orang di dalamnya. Uni Eropa telah melarang maskapai penerbangan Nepal dari wilayah udaranya sejak 2013 dengan alasan masalah keamanan.
Baca Juga:
China Eastern Airlines Jatuh, Begini Tanggapan Boeing
Pesawat China Airlines Jatuh, 132 Penumpang Dinyatakan Tewas(gar)