LANGIT7.ID, Jakarta - Pesawat China Eastern Airlines mengalami kecelakaan di pegunungan dekat Kota Wuzhou, Provinsi Guangxi, China. Pesawat
Boeing 737-800 itu membawa 132 orang yang terdiri dari 123 penumpang dan 9 awak pesawat.
Presiden China, Xi Jinping mengerahkan tim evakuasi guna menyelidiki dan mencari korban Pesawat Boeing 737-800 China Airlines. Nahasnya, menurut laporan media pemerintah China, Global Times, kemungkinan tidak ada korban selamat dari peristiwa tersebut. Sebab, pesawat jatuh dengan kondisi vertikal dan langsung terbakar.
Baca Juga: Selain China Airlines, Ini 3 Kecelakaan Paling Mengerikan Pesawat Boeing 737 SeriesHingga saat ini, belum ada satu pun jasad yang ditemukan. "Puing-puing pesawat ditemukan di tempat kejadian tetapi sampai sekarang, tidak ada satu pun dari mereka yang kehilangan kontak telah ditemukan," tulis laporan media China, Channel News Asia, dikutip Langit7.id, Selasa (22/3/2022).
Perihal
kecelakaan pesawat tersebut, China Eastern Airlines menyatakan belasungkawa terhadap korban kecelakaan pesawat. "China Eastern menyatakan belasungkawa yang mendalam untuk penumpang dan anggota awak yang tewas dalam kecelakaan pesawat," bunyi pernyataan resmi China Eastern Airlines.
Baca Juga: Spesifikasi Boeing 737, Pesawat China Airlines yang Jatuh di GuangxiSebagai informasi, Boeing 737-800 China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU5735 lepas landas dari Kunming pada 13:11 waktu setempat. Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Guangzhou pada 15:05.
Sayangnya, Boeing 737-800
China Eastern Airlines jatuh di Guangxi dan memicu kebakaran di pegunungan. Menurut data pelacakan Flighradar24, pesawat turun tajam dengan kecepatan 376 knot atau sekitar 696 km/jam dari ketinggian 29.100 kaki menjadi 3.225 kaki dalam rentang waktu tiga menit.
Baca Juga:
Pesawat China Eastern Kecelakaan, Xi Jinping Perintahkan Penyelidikan
Pesawat China Eastern dengan 132 Penumpang Jatuh di Pegunungan Guangxi(asf)