Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Sampah Antariksa Kerap Jatuh ke Bumi, Bagaimana Tingkat Bahayanya?

ummu hani Rabu, 31 Agustus 2022 - 19:01 WIB
Sampah Antariksa Kerap Jatuh ke Bumi, Bagaimana Tingkat Bahayanya?
Ilustrasi sampah antariksa. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Bumi merupakan salah satu planet yang memiliki daya gravitasi. Oleh karena itu, berbagai benda langit atau sampah antariksa kerap jatuh ke bumi.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan benda jatuh antariksa ada dua klasifikasi, pertama benda buatan, seperti puing roket, kedua benda antariksa alami yaitu meteoroid (bakal meteor), asteroid, dan pecahan komet.

Baca juga: 7 Sampah Antariksa Ini Pernah Jatuh di Indonesia, Terbanyak Milik China

“Ada juga benda antariksa seperti bekas satelit komunikasi/satelit meteorologi pada ketinggian 36.000 km akan tetap berada di orbitnya. Tetapi yang orbit rendah dibawah 1000 km akan mengalami efek pengeremen atmosfer sehingga makin lama makin turun ketinggiannya dan jatuh (ke bumi),” ujar Thomas, dalam live Instagram DOFIDA, dikutip Langit7, Rabu(31/8/2022).

Thomas menjelaskan, sampah antariksa yang perlahan jatuh ke bumi dan berada di ketinggian 110 km atau ketinggian 120 km sudah batas kritis.

"Sebagai contoh Satelit LAPAN-A1 pada ketinggian 630 km, satelit LAPAN-A2 ketinggian 500 km, satelit LAPAN-A3 pada ketinggian 650 km umurnya bisa sekitar 50 tahun. Tetapi di bawah 300 km hanya beberapa tahun, dan jika lebih rendah bisa beberapa bulan, kemudian jika di bawah ketinggian 150 km hanya bertahan beberapa hari," kata Thomas.

Adapun potensi bahayanya ada dua, yakni ketika di orbit dan saat jatuh. Pada saat mengorbit, ada potensi sampah antariksa bertabrakan dengan satelit aktif.

Baca juga: Sampah Antariksa Bekas Roket China Terlihat Melintasi Sumatera

"Ini akan menimbulkan masalah pada satelit aktif tersebut sehingga ada upaya untuk membatasi sampah antariksa. Bahaya yang lainnya yaitu ketika jatuh di permukaan bumi, bisa dilihat dari segi ukuran sampai berton-ton. Ini berpotensi membahayakan tetapi kejadiannya langka,” tutur Thomas.

Thomas memberikan contoh kasus sampah antariksa yang jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat akhir Juli 2022 lalu. Pada saat jatuh ke permukaan bumi, sampah tersebut melintas mulai dari Sumatera bagian selatan, Bangka Belitung, sampai Kalimantan Barat.

Beberapa sampah antariksa lainnya yang pernah jatuh di wilayah Indonesia diantaranya pada 1981 di Gorontalo (milik Rusia), 1988 di Lampung (milik Rusia), 2004 di Bengkulu (RRT), 2016 di Sumenep Madura (milik Amerika), dan 2017 di Sumatera Barat (milik RRT).

Sampah antariksa yang jatuh merupakan tanggung jawab pemiliknya. Ketika sampah antariksa jatuh di negara lain, ini akan melibatkan dua negara (negara pemilik sampah antariksa dan negara yang dirugikan).

Thomas menegaskan, perlu disadari teknologi antariksa pasti meninggalkan sampahnya di antariksa. Namun potensi jatuhnya ke bumi sangat kecil.

Baca juga: Fakta Unik Space Sweepers, Film Penyelamat Bumi dari Sampah Luar Angkasa

"Kemungkinan jatuhnya sampah antariksa di wilayah berpenghuni itu jarang sekali karena bumi sangat luas dan sebagian besar tidak berpenghuni, seperti lautan, hutan, dan gurun. Masyarakat tidak perlu khawatir kejatuhan sampah antariksa," ucapnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)