UMAM Jadi Perguruan Tinggi Indonesia Pertama di Luar Negeri
Muhajirin
Kamis, 12 Agustus 2021 - 19:44 WIB
ilustrasi Universitas Muhammadiyah (foto: Muhammadiyah.or.id)
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) merupakan perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri. Umam resmi berdiri setelah mendapat izin dari Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia tertanggal 5 Agustus 2021.
Upaya pendirian UMAM sudah dimulai sejak 8 Februari 2017 dengan membentuk perseroan terbatas di Malaysia dengan nama University Consortium Muhammadiyah Malaysia (UCMM Konsortium) bersama para pihak di Malaysia.
Baca Juga: Alasan Malaysia Jadi Negara Pertama Ekspansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
“Pendirian UMAM merupakan tonggak baru Perguruan Tinggi Indonesia pertama di Luar Negeri yang dimaksudkan sebagai perluasan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan pendidikan tinggi di ranah global. Perluasan itu diawali dari kawasan bangsa serumpun di regional ASEAN yang berfungsi strategis mewujudkan kemajuan dan persatuan antarbangsa untuk membangun peradaban bersama yang mencerahkan di bawah panji Islam Berkemajuan yang berwawasan rahmatan lil-alamin,” kata Haedar melalui konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).
Usaha pendirian UMAM memperoleh dukungan dan persetujuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI pada 7 September 2020. Upaya pendirian UMAM juga mendapat dukungan penuh dari pihak Malaysia, di antaranya dukungan dari Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail dan dari Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis.
Upaya pendirian UMAM sudah dimulai sejak 8 Februari 2017 dengan membentuk perseroan terbatas di Malaysia dengan nama University Consortium Muhammadiyah Malaysia (UCMM Konsortium) bersama para pihak di Malaysia.
Baca Juga: Alasan Malaysia Jadi Negara Pertama Ekspansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
“Pendirian UMAM merupakan tonggak baru Perguruan Tinggi Indonesia pertama di Luar Negeri yang dimaksudkan sebagai perluasan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan pendidikan tinggi di ranah global. Perluasan itu diawali dari kawasan bangsa serumpun di regional ASEAN yang berfungsi strategis mewujudkan kemajuan dan persatuan antarbangsa untuk membangun peradaban bersama yang mencerahkan di bawah panji Islam Berkemajuan yang berwawasan rahmatan lil-alamin,” kata Haedar melalui konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).
Usaha pendirian UMAM memperoleh dukungan dan persetujuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI pada 7 September 2020. Upaya pendirian UMAM juga mendapat dukungan penuh dari pihak Malaysia, di antaranya dukungan dari Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail dan dari Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis.