LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan alasan Malaysia menjadi negara pertama yang menjadi tujuan program internasionalisasi pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Menyusul keputusan Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia menyetujui pendirian Universiti Muhammadiyah Muhammadiyah Malaysia tertanggal 5 Agustus 2021.
Haedar menyebut empat alasan Malaysia sebagai negara pertama pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah di luar negeri.
Pertama, Indonesia dan Malaysia merupakan bangsa serumpun yang memiliki dinamika turunan penuh dengan warna. Dinamika tersebut perlu dirajut kembali dengan semangat bangsa serumpun pada era globalisasi saat ini.
“Sehingga Indonesia dengan malaysia bisa maju bersama,” kata Haedar dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).
Kedua, Malaysia dan Indonesia sebagai anggota ASEAN terus bergerak menjadi kekuatan regional berdasarkan semangat fastabiqul khairaat.
Dengan semangat itu, Indonesia dan Malaysia ingin memainkan peran global bersama bangsa-bangsa di seluruh dunia mewujudkan perdamaian, persatuan, dan memajukan peradaban.
Ketiga, Muhammdiyah ingin relasi antar bangsa serumpun tersebut tidak berhenti di atas relasi konvensional dan tradisional yang selama ini sudah dibangun dan dijalani. Namun, Muhammadiyah ingin bergerak maju dengan relasi yang dinamis berupa program unggulan yang menyatukan kedua negara.
“Tentu lewat pendidikan tinggi memberikan warna, baik di kawasan ASEAN maupun dunia, yakni warna islam dan kebudayaan timur, yang di satu pihak membawa misi perdamaian dan persatuan, tetapi juga dari islam dan bangsa serumpun itu lahir Islam yang memajukan peradaban,” kata Haedar.
Keempat, era globalisasi membuat setiap lembaga pendidikan maupun lembaga lain saling bertukar tempat dan interaksi dalam membuka ruang di berbagai negara. Atas dasar itu, Muhammadiyah melalui gerakan pembaharuan ingin berada di depan mempelopori lahirnya pendidikan tinggi Indonesia di luar negeri.
“Alhamdulillah, Muhammadiyah bisa melakukan itu,” ucap dia.
Haedar lalu menjelaskan, UMAM merupakan universitas yang ke-164 yang didirikan Muhammadiyah dan menjadi universitas Indonesia pertama di luar negeri.
“Pendirian UMAM merupakan tonggak baru pendirian perguruan Indonesia pertama di luar negeri. UMAM perguruan tinggi pertama Indonesia di luar negeri. Maka kami menyebutnya sebagai tonggak, perluasan pergerakan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang strategis mewujudkan persatuan antarbangsa di bawah panji Islam berwawasan rahmatan lil-alamin,” ucap Haedar.
(jqf)