home global news

Kenaikan Harga BBM Cerminkan Lemahnya Pemerintah Awasi Distribusi

Selasa, 06 September 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Anggota DPD RI dan Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hilmy Muhammad menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menunjukkan kelemahan negara. Pemerintah dipandang tidak mampu mengatur pendistribusian BBM bersubsidi.

“Mestinya subsidi yang tidak tepat sasaran ini menjadi fokus paling utama daripada menaikkan hargaBBM,” kata Gus Hilmy dalam keterangan pers dilansir laman resmi NU, Senin (5/9/2022).

Gus Hilmy menjelaskan, pemerintah lemah mengawasi penggunaan BBM bersubsidi yang pada akhirnya banyak dinikmati kalangan masyarakat mampu. Hal ini, menurutnya, tercermin dari alasan klasik pemerintah ketika menaikkan hargaBBM.

Baca juga:Harga BBM Naik, Polda Jambi Lakukan Keamanan di SPBU

“Jangan-jangan ini dibiarkan, karena setiap kali kenaikan BBM, alasan ini terus-menerus direpetisi. Juga menjadi kecurigaan kita, mengapa harus mengadudomba antara si mampu dan yang tidak mampu,” tanyanya.



Gus Hilmy meminta pemerintah untuk memaksimalkan program Kementerian BUMN berupa Pertashop. Program tersebut direncanakan sejak tahun 2020 dengan target 10.000 unit.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bbm pertamina subsidi kenaikan harga anggota dpr
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya