Perjalanan Harga BBM Vivo, Kemarin Rp8.900 Sekarang Rp10.900
Ummu hani
Selasa, 06 September 2022 - 12:29 WIB
SPBU Vivo di Kampung Rambutan. Foto: Ummu Hani/Langit7
Salah satu SPBU swasta Indonesia,Vivo, sempat menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Revvo 89 seharga Rp8.900. Ini tentu lebih murah dari bensin subsidi Pertalite yang kini dibanderol Rp10.000.
Hal tersebut membuat masyarakat beralih ke Revvo 89 usai pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan non subsidi pada Sabtu (3/9/2022). Sebagai informasi, harga BBM Pertalite naik menjadi Rp10.000 dari semula Rp7.650 sementara solar kini Rp6.800 dan Pertamax Rp14.500 per liter.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Cerminkan Lemahnya Pemerintah Awasi Distribusi
Akibatnya, ketersediaan Revvo 89 di sejumlah SPBU Vivo ludes tak tersisa. Kendati demikian, harga murah Revvo 89 tak bertahan lama.
Pantauan Langit7.id, Selasa (6/9/2022) harga BBM milik Vivo itu sudah naik menjadi Rp10.900. Sejumlah SPBU Vivo pun kini sepi.
Salah satu petugas SPBU Vivo Kampung Rambutan, Agus mengatakan, harga tersebut naik setelah stok kembali tersedia. "Setelah stok Revvo 89 datang, harga juga naik. Alasannya kenapa kami petugas tidak mengetahui," tutur Agus kepada Langit7.id.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji mengatakan, pihaknya tidak melakukan intervensi terhadap penetapan harga Jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU) termasuk yang dijual oleh Badan Usaha PT. Vivo Energy Indonesia.
Hal tersebut membuat masyarakat beralih ke Revvo 89 usai pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan non subsidi pada Sabtu (3/9/2022). Sebagai informasi, harga BBM Pertalite naik menjadi Rp10.000 dari semula Rp7.650 sementara solar kini Rp6.800 dan Pertamax Rp14.500 per liter.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Cerminkan Lemahnya Pemerintah Awasi Distribusi
Akibatnya, ketersediaan Revvo 89 di sejumlah SPBU Vivo ludes tak tersisa. Kendati demikian, harga murah Revvo 89 tak bertahan lama.
Pantauan Langit7.id, Selasa (6/9/2022) harga BBM milik Vivo itu sudah naik menjadi Rp10.900. Sejumlah SPBU Vivo pun kini sepi.
Salah satu petugas SPBU Vivo Kampung Rambutan, Agus mengatakan, harga tersebut naik setelah stok kembali tersedia. "Setelah stok Revvo 89 datang, harga juga naik. Alasannya kenapa kami petugas tidak mengetahui," tutur Agus kepada Langit7.id.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji mengatakan, pihaknya tidak melakukan intervensi terhadap penetapan harga Jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU) termasuk yang dijual oleh Badan Usaha PT. Vivo Energy Indonesia.