Masjid Sahid, Pengingat Ibadah di Tengah Hiruk Pikuk Ibu Kota
Andi Muhammad
Rabu, 07 September 2022 - 12:00 WIB
Masjid Sahid, Pengingat Ibadah di Tengah Hiruk Pikuk Ibu Kota. Foto: Andi Muhammad.
Di tengah hiruk pikuknya Ibu Kota Jakarta berdiri megah tempat ibadah umat muslim yang diapit oleh gedung-gedung pencakar langit. Yakni Masjid Nurul Iman dengan desain elegan dan sebagai pengingat ibadah.
Awalnya, tempat ibadah tersebut berlokasi di Sahid Sudirman Centre yang diproyeksikan sebagai lokasi sementara. Kemudian direlokasi ke Jalan Jenderal Sudirman Kavling 86, tepatnya di belakang Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan.
Masjid tersebut diresmikan pada tahun 2010 dengan proses pembangunan sekitar dua tahun lamanya. Tempat ibadah umat muslim yang satu ini tidak pernah sepi jamaah. Selain dari pantauan Langit7, hal tersebut juga diakui oleh salah seorang jamaah.
"Alhamdulillah selama saya ke sini selalu ada jamaah tidak pernah kosong," kata Andi saat ditemuiLangit7, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga:Masjid Amir Hamzah TIM Sediakan Parfum untuk Jamaah di Pintu Masuk
Sekretaris sekaligus pengurus Masjid Sahid Nurul Iman, Didin Wahyudin mengatakan, awalnya masjid tidak memiliki kanopi di bagian luar. Namun seiring dengan kian banyaknya jamaah, maka dibuat kanopi tersebut agar jamaah yang salat di luar masjid tidak merasakan paparan sinar matahari langsung.
Awalnya, tempat ibadah tersebut berlokasi di Sahid Sudirman Centre yang diproyeksikan sebagai lokasi sementara. Kemudian direlokasi ke Jalan Jenderal Sudirman Kavling 86, tepatnya di belakang Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan.
Masjid tersebut diresmikan pada tahun 2010 dengan proses pembangunan sekitar dua tahun lamanya. Tempat ibadah umat muslim yang satu ini tidak pernah sepi jamaah. Selain dari pantauan Langit7, hal tersebut juga diakui oleh salah seorang jamaah.
"Alhamdulillah selama saya ke sini selalu ada jamaah tidak pernah kosong," kata Andi saat ditemuiLangit7, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga:Masjid Amir Hamzah TIM Sediakan Parfum untuk Jamaah di Pintu Masuk
Sekretaris sekaligus pengurus Masjid Sahid Nurul Iman, Didin Wahyudin mengatakan, awalnya masjid tidak memiliki kanopi di bagian luar. Namun seiring dengan kian banyaknya jamaah, maka dibuat kanopi tersebut agar jamaah yang salat di luar masjid tidak merasakan paparan sinar matahari langsung.