LANGIT7.ID, Jakarta - Di tengah hiruk pikuknya Ibu Kota Jakarta berdiri megah tempat ibadah umat muslim yang diapit oleh gedung-gedung pencakar langit. Yakni Masjid Nurul Iman dengan desain elegan dan sebagai pengingat ibadah.
Awalnya, tempat ibadah tersebut berlokasi di Sahid Sudirman Centre yang diproyeksikan sebagai lokasi sementara. Kemudian direlokasi ke Jalan Jenderal Sudirman Kavling 86, tepatnya di belakang Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan.
Masjid tersebut diresmikan pada tahun 2010 dengan proses pembangunan sekitar dua tahun lamanya. Tempat ibadah umat muslim yang satu ini tidak pernah sepi jamaah. Selain dari pantauan
Langit7, hal tersebut juga diakui oleh salah seorang jamaah.
"Alhamdulillah selama saya ke sini selalu ada jamaah tidak pernah kosong," kata Andi saat ditemui
Langit7, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga: Masjid Amir Hamzah TIM Sediakan Parfum untuk Jamaah di Pintu MasukSekretaris sekaligus pengurus Masjid Sahid Nurul Iman, Didin Wahyudin mengatakan, awalnya masjid tidak memiliki kanopi di bagian luar. Namun seiring dengan kian banyaknya jamaah, maka dibuat kanopi tersebut agar jamaah yang salat di luar masjid tidak merasakan paparan sinar matahari langsung.
"Disesuaikan juga dengan kondisi daya tampung yang akhirnya karena tidak menampung bagian luar hingga jalanan dipakai untuk salat Jumat," ujarnya.
Sarana ibadah kaum mukmin ini memiliki dua lantai, di mana lantai pertama khusus pria dan lantai atas diperuntukan bagi wanita. Daya tampung sendiri ruang salat pun mencapai 850 jamaah.
Baca Juga: Komitmen dalam Dakwah, Pak Yo Buka Bimbel Gratis di Klaten
Bangunan masjid dengan desain modern ini didominasi dengan kaca dan corak dinding berwarna putih. Hanya saja, Didin mengaku dirinya tidak tahu secara pasti dari konsep bangunan Masjid Sahid Nurul Iman.
"Itu owner dengan kontraktornya
bareng-
bareng (mengusung konsep). Jadi saya tidak tahu persis filosofinya bagaimana," tutur Didin.
Pembangunan sekaligus pemilik Masjid Sahid Nurul Iman adalah almarhum Prof Dr Sukamdani Sahid Gitosardjono. Ia merupakan seorang pengusaha Indonesia pemilik jaringan Hotel Sahid dan Hotel Sahid Jaya International.
Baca Juga: Desa Wisata Bendosari, Spot Berkemah Menyenangkan di Kendal(zhd)