LANGIT7.ID, Jakarta - Yohanes Ignatius Kristanto atau dikenal sebagai Pak Yo merupakan seorang mualaf asal Semarang yang berkomitmen untuk berdakwah. Mantan pendeta dari denominasi Pantekosta ini turut memerjuangkan masa depan anak-anak di daerah Bayat, Klaten dari misi pendangkalan akidah (pemurtadan) lewat dunia pendidikan.
"Di daerah Bayat ada banyak desa yang kesulitan mengakses pendidikan, di mana rata-rata penduduknya adalah orang-orang yang sederhana, sehingga keberadaan kami ini sedang melawan gerakan umat non muslim yang memberikan bimbingan belajar secara gratis," kata Yo saat di wawancara
Langit7, Selasa (6/9/2022).
Menurut dia, Klaten menjadi salah satu daerah yang dijadikan sebagai tempat untuk memberikan bimbingan belajar (bimbel) gratis melalui Yayasan Multi Internasional yang tengah berjalan selama dua tahun. Yayasan ini memiliki misi untuk menyiapkan seluruh bangsa menerima Yesus sebagai Tuhan.
Baca Juga: Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi Mualaf"Jadi di Klaten ada empat titik yang sudah dibuat tempat bimbingan belajar gratis dari agama sebelah mulai dari Karangdowo, Bayat, Wonosari dan Prambanan. Di sana nanti akan tertulis bahwa CBN sebuah lembaga misi kristen dunia yang intinya menyiapkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali," jelasnya.
Yo mengungkapkan, banyak anak-anak muslim yang mengikuti bimbel di lembaga tersebut sehingga membuat masyarakat pada akhirnya berpindah agama dari Islam ke Kristen, karena selain mendapatkan bimbel gratis mereka juga mendapatkan perhatian khusus dari yayasan yang berpusat di Amerika itu.
Atas dasar itu, Yo bersama enam ustaz dan ustazah dari pondok pesantren membangun rumah bimbingan belajar (bimbel) gratis, rumah tahfidz, serta Islamic Center Character Building bagi anak-anak dan orang tua muslim di Bayat tepatnya di Desa Merangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga: Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian Lama"Jadi pertama yang diajarkan itu mulai dari membaca iqra, hafalan Al-Qur'an atau intinya adalah pelajaran yang berkaitan dengan belajar membaca hingga menghafal Al-Qur'an. Kedua pelajaran yang diajarkan di sekolah mulai dari usia TK, SD, hingga SMP kelas sembilan," ujar Yo.
Yo menerangkan, bimbingan belajar yang ia bangun mengajarkan tentang Islamic Character Building sebagai ciri khas. Ia bersama teman-teman ingin membentuk agar anak-anak mempunyai karakter yang baik sesuai ajaran Islam.
"Kami juga membuat goal untuk anak-anak membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur'an, jadi selalu ada target dan waktunya. Kemudian para ustaz yang mengajar, mereka adalah lulusan pesantren yang tengah melakukan masa pengabdian, sehingga saya terima mengajar di tempat kami," kata dia.
Baca Juga: Dapatkan Hidayah, Ini Kisah 7 Mualaf Indonesia Memilih IslamMenurut Yo, setiap hari Ahad anak-anak akan diajarkan Islamic Character Building atau berkenaan dengan adab-adab Islam untuk memulai sebuah hubungan antara anak dengan orang tua, teman, lawan jenis, guru, hingga bagaimana berhubungan kepada pemerintah.
"Kemudian kami juga menawarkan orang tua murid atau wali santri atau siapapun yang membutuhkan keterampilan kerja, kami akan memberikan pelatihan tentang beberapa hal untuk mereka bisa berwirausaha, misal membuat bakso, ayam krispy, dan lainnya," tuturnya.
Selain berkativitas di bimbel, Pak Yo menjual es coklat dan sebagaian hasil penjualannya dijadikan untuk membiayai keperluan tempat bimbelnya. Hingga kini sekitar 210 anak belajar di tempatnya.
Baca Juga: Perjalanan Spiritual Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran hingga Bertemu Rasulullah"Hari ini saya membayar ustaz dan ustazah itu dari uang pribadi hasil jualan es coklat di daerah Solo dan alhamdulillah jualannya bisa berjalan. Allah Maha Kaya, saya tidak mengandalakan dana donasi untuk mengembangkan bimbel ini karena tidak ingin bimbel ini berhenti, semoga tetap istiqamah," harapnya.
Kisah perjalanan Pak Yo dan mualaf lainnya dapat disaksikan di beberapa channel Youtube, seperti Mualaf Center Aya Sofya, Dondy Tan Channel, Yonantan Nandar, TV Hidayatullah, dan sebagainya. Mudah-mudahan Allah memberikan keistiqamahan terhadap kita semua dalam menyampaikan risalah dakwah.
Baca Juga: Respons Peristiwa AM, Alumni Gontor Harap Santri Ikut Arahan Pimpinan(zhd)