Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian Lama

Muhajirin Selasa, 06 September 2022 - 17:00 WIB
Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian Lama
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Kristologi dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Ustadz Menachem Ali, mengungkapkan, kabar Muhammad akan diutus menjadi Nabi dan Rasul terakhir sudah termaktub dalam kitab-kitab terdahulu seperti Injil dan Taurat.

Salah satunya termaktub dalam Kitab Kidung Agung yang merupakan salah satu kitab pada Perjanjian Lama Alkitab Kristen dan Tanakh (atau Alkitab Ibrani). Dalam Perjanjian Lama, Kitab Kidung Agung merupakan salah satu kitab (dan menjadi kitab terakhir bagi kanon Alkitab Protestan) dalam kelompok kitab-kitab puisi. Sedangkan pada Alkitab Ibrani, kitab ini disebut Gulungan Syir Hassyirim (bahasa Ibrani: מְגִלַּת שִׁיר הַשִּׁירִים, translit. Megillat Syir Hassyirim‎), dan merupakan bagian dari kelompok Ketuvim, atau lebih tepatnya merupakan salah satu dari Lima Gulungan. Dalam Alkitab Terjemahan Lama, kitab ini disebut "Syirul-asyar Sulaiman".

Dalam Kidung Agung (5:9-16) termaktub satu sosok yang dibicarakan sebagai kekasih Allah. Salah satu nama sifat dari Nabi Muhammad SAW adalah habibullah (orang yang dicintai Allah).

Baca Juga: Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi Mualaf

Kedua, ‘kekasihku putih dan kemerahan’. Ini adalah warna kulit Nabi Muhammad SAW. Ketiga, ‘pemimpin di antara sepuluh ribuan’. Poin keempat dan paling mencolok dalam nubuat ini adalah nama Nabi Muhammad SAW dalam ayat 16.

Ayat itu berbunyi: “yea, he is altogether lovely” (segala sesuatu padanya menarik) dalam Alkitab bahasa Inggris. Dalam Alkitab Ibrani, kata itu tertulis “Muhammad-im”. Itu bisa dilihat dalam Hebrew Bible printed for the British and Foreign Bible Society by Trowitzsh $ Sons, Berlin, P. 1159.

Bunyi lengkap Kidung Agung ayat 16 adalah: (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי ב*ות ירושׁלם׃

(Hebrew With Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּ*ֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim.

(Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.)

“(Dalam teks bahasa Ibrani) itu ada huruf mim, huruf ha, huruf mim, ada huruf daled. Dalam bahasa Arabnya Mim, ha, mim, dal. Kalau dibaca Muhammad,” kata Ustadz Ali dalam kajian ‘Apa yang Tertulis di Bible Tentang Nabi Muhammad SAW” yang diadakan CCA Mengaji, Selasa (6/9/2022).

Namun, hal yang menjadi persoalan adalah orang-orang Kristen selalu berkilah dan tidak mau menyebut mahamadim sebagai nama. Mereka mengatakan itu sebagai sifat. Dalam tata bahasa Arab, Muhammadun adalah isim yang berarti orang yang terpuji.

Baca Juga: Temui Ustadz Abdul Somad, Daniel Mananta Semakin Religius di Usia 41 Tahun

“Persoalannya begini. Istilah Muhammad itu merupakan isim berarti orang yang terpuji. Orang yang terpuji itu kan siapa saja, bisa mister A, mister B. Yang penting orang terpuji. Orang boleh berkilah seperti itu,” kata Ustadz Ali.

Lalu, kenapa dibaca Muhammadim dan bukan Muhammad? Kata ‘im’ pada kata Muhammadim adalah jamak yang banyak digunakan dalam Injil berbahasa Ibrani. Lantaran jamak, maka diucapkan ‘Muhammad-im’.

Ayat yang berakhir ‘im’ adalah jamak yang berarti penghormatan, keagungan, dan kemegahan bagi nabi Allah, seperti dalam kata Eloh-im. Jadi, sangat jelas kata ‘im’ dalam bahasa Ibrani adalah bentuk jamak yang berarti penghormatan.

Lafadz Ibrani pada kitab Kidung Agung (song of Solomon) sangat jelas mencantumkan nama Muhammad (MHMD) dengan menambahkan kata ‘dim’ yang artinya ‘yang Agung’. Muhamadim dalam Bible berbahasa Inggris diterjemahkan ‘lovely’, dalam bahasa Arab mahamadim seharusnya menjadi Muhammadim.

Namun pendeta tidak mau menerima kebenaran kata ‘muhammadim’ adalah Nabi Muhammad yang Agung. Mereka mengatakan, mahammadim artinya seseorang yang memiliki karakteristik terpuji.

“Ada teks jelas-jelas Muhammad, artinya orang terpuji. Tapi mereka berkilah, orang yang terpuji tidak harus nabinya orang Islam. Di sini juga begitu, kalau diterjemahkan secara harifah, dia adalah orang terpuji,” kata Ustadz Ali.

Padahal, kata dia, itu jelas-jelas nama Muhammad yang disebutkan oleh Solomon atau Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman dengan tegas menyebutkan Nabi Muhammad sebagai pemimpin paling Agung.

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran hingga Bertemu Rasulullah

“Padahal kodenya itu, dalam bahasa ibrani syam, di sini huruf mim. Orang yang terpuji itu adalah Muhammadin. Siapakah nama Muhammad selain namanya Umat Islam? Intinya nama sebenarnya. Tapi orang boleh menafsirkan, itu bukan nama, itu hanya sifat. Maksudnya jelas itu merujuk pada orang yang bernama Mahammadin. Mengenai diterjemahkan macam-macam, itu terserah saja,” ujar Ustadz Ali.

Menurut Ustadz Ali, ayat tersebut hanya satu bukti bahwa Nabi Muhammad SAW sudah dikabarkan melalui kitab-kitab terdahulu. Itu sejalan dengan Surah Al-A’raf ayat 158, “Yaitu orang-orang yang mengikuti rasul. Nabi Ummi, yang mereka dapati tercantum di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka.”

“Dalam ayat itu, Salomo sendiri menyebut ini (Muhammad) sebagai pemimpinnya. Padahal, Salomo itu raja. Tapi ada yang melebihi kepemimpinannya, kepemimpinan Nabi Sulaiman, yakni namanya Nabi Muhammad,” ungkap Ustadz Ali.

Tak hanya dalam Kidung Agung, Nabi Muhammad SAW dan sifat-sifat banyak disebutkan dalam Taurat dan Injil seperti Perjanjian Lama (Taurat) dalam Kejadian 17:20, Kejadian 21:18, Kejadian 21:20, Ulangan 18:18, Ulangan 34:10, Ulangan 34:12, dan masih banyak lagi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)