Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 09 Mei 2026
home masjid detail berita

Pertemuan Awal Islam dengan Nasrani dan Yahudi: Sejarah yang Berliku

miftah yusufpati Ahad, 07 September 2025 - 05:45 WIB
Pertemuan Awal Islam dengan Nasrani dan Yahudi: Sejarah yang Berliku
Yahudi menanti Nabi dari Bani Israil. Ketika ia datang dari Quraisy, doa berubah jadi penolakan. Islam pun lahir di pusaran konflik dan persaingan identitas. (Ilustrasi: AI)
LANGIT7.ID- Sepuluh tahun pertama dakwah Islam berlangsung di Makkah. Nabi Muhammad berdiri sendirian menghadapi kaum musyrik penyembah berhala. Hampir tidak ada komunitas Yahudi atau Nasrani di kota itu. Al-Qur’an pun menyebut mereka sebagai al-musyrikun.

Namun, keadaan berubah setelah sebagian pengikut Nabi hijrah ke Ethiopia. Negeri itu diperintah oleh seorang raja Nasrani, Negus, yang memberi mereka perlindungan. Peristiwa ini menjadi babak awal perjumpaan Islam dengan Ahl al-Kitab, kelompok yang kelak kerap disebut dalam Al-Qur’an.

Di Madinah, situasinya lebih kompleks. Kota itu dihuni dua suku besar, Aus dan Khazraj, yang terus berseteru, serta komunitas Yahudi yang menguasai jalur ekonomi. Perselisihan panjang melelahkan semua pihak. Mereka membutuhkan sosok pemersatu.

“Orang Yahudi sering mengemukakan kepada Aus dan Khazraj bahwa akan datang seorang Nabi,” tulis Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an (Mizan). Mereka yakin Nabi itu berasal dari golongan mereka. Setiap perang melawan suku Arab, mereka berdoa memohon kemenangan demi Nabi yang dijanjikan. Ibnu Abbas meriwayatkan, doa itu pernah terucap ketika Yahudi Khaibar kalah dari Gathfan.

Baca juga: Ketika Kitab Menjadi Batas: Menakar Kekufuran Ahli Kitab dalam Lensa Al-Qur’an

Tetapi harapan mereka patah. Nabi yang datang bukan dari Bani Israil, melainkan dari Quraisy, musuh lama mereka. Al-Qur’an menyinggung kekecewaan itu: “Setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dan Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka… mereka lalu ingkar kepadanya” (QS Al-Baqarah [2]: 89). Sebabnya, kata Quraish Shihab, bukan sekadar perbedaan etnis, tetapi juga kedengkian yang membutakan.

Sikap itu menegaskan satu hal: Ahl al-Kitab bukan kelompok yang seragam. Ada yang keras menolak, ada pula yang membuka pintu. Al-Qur’an sendiri mengakui perbedaan ini. “Mereka tidak sama dalam sifat dan sikapnya terhadap Islam,” tulis Quraish Shihab mengutip QS Ali Imran [3]: 113.

Nabi Muhammad memasuki Madinah bukan sekadar membawa risalah, tapi juga mengemban misi perdamaian. Aus dan Khazraj menyambutnya dengan gembira. Mereka lelah berperang. Kehadiran Nabi mereka anggap jawaban atas janji yang sering diucapkan Yahudi.

Adapun komunitas Nasrani lebih banyak bermukim di Yaman. Di Madinah, pengaruh mereka hampir tak terlihat. Kalaupun ada, perannya kecil. Namun Al-Qur’an tetap menyebut mereka sebagai Ahl al-Kitab, menandai satu garis penghubung antara Islam dan tradisi agama sebelumnya.

Baca juga: Ini Mengapa Islam Menghalalkan Daging Sembelihan Ahli Kitab

Sampai di sini, satu pertanyaan mencuat: Mengapa istilah Ahl al-Kitab sering disertai keterangan tambahan? Menurut Quraish Shihab, Al-Qur’an sengaja memberi batasan untuk menghindari tafsir liar. Misalnya, ketika berbicara soal pernikahan dengan wanita Ahl al-Kitab, ditambahkan syarat “wanita yang memelihara kehormatannya” (wal muhshanat). Sementara ketika membolehkan sembelihan mereka, Al-Qur’an tidak menambahkan syarat serupa.

Perjumpaan awal itu membentuk wajah Islam dalam pusaran konflik, harapan, dan persaingan identitas. Sejarah mencatat, Nabi bukan hanya menghadapi berhala, tapi juga ego sektarian yang enggan menerima kenyataan bahwa risalah terakhir turun kepada seorang Arab.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 09 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)