LANGIT7.ID, Ponorogo - Alumni
Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor menyayangkan penganiayaan berujung meninggalnya santri Pondok 1 Gontor, Jawa Timur. Alumni berharap pondok pesantren dapat menuntaskan musibah ini dengan baik.
Alumni ponpes Gontor, Hariqo Wibawa Satria mengatakan bahwa Gontor termasuk ketat dalam mengatur kedisiplinan para santri. Gontor tidak memberi celah terhadap segala bentuk kejahatan dan penyimpangan perilaku.
Baca Juga: Gontor Sampaikan Permohonan Maaf ke Orang Tua Santri Alm AM"Sejak awal diterima sebagai santri sudah diumumkan bahwasanya yang pertama dilarang adalah menghina, membuli. Jadi sebelum ramai istilah
bully, saya tahun 1994 masuk, di sana sudah dilarang, bahkan ancamannya diusir," kata Hariqo kepada
Langit7.id, Senin (5/9/2022).
Hariqo yang juga pengamat media sosial itu mengimbau para
santri maupun alumni untuk mengikuti arahan pimpinan dalam bersikap, dia merasa tidak perlu ada pembelaan di media sosial menyangkut kematian santri berinisial AM. Sebab, menjaga perasaan keluarga korban, menghormati kemanusiaan lebih utama dari menjaga nama baik.
Baca Juga: Ambil Sikap Tegas, Gontor Usir Santri Diduga Penganiaya Alm AMCEO Komunikonten itu juga mengapresiasi sikap pimpinan yang sama sekali tidak mengarahkan santrinya untuk membela Gontor. Justru sebaliknya, para pimpinan menunjuk juru bicara agar langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Harapannya kepada para santri ikutlah cara berpikir pimpinan, karena pimpinan tidak meminta kita fanatik. Kalau ada kesalahan kepada senior ya kita tidak perlu membelanya. Gontor sama sekali tidak berupaya melakukan upaya di media untuk menenggelamkan kasus ini," ujar Hariqo.
Baca Juga:
Gontor Komitmen Ikuti Proses Hukum Wafatnya Santri AM
A Fuadi: Satu Dua Isu Miring, Tak Hilangkan Puluhan Ribu Kebaikan Pesantren(asf)