LANGIT7.ID, Ponorogo -
Pondok Modern Darussalam Gontor memutuskan untuk mengeluarkan santri yang diduga menganiaya santri ananda AM asal Palembang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid.
Noor mengatakan berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, pihaknya menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat. Menyikapi hal ini, pihak Gontor langsung bertindak cepat dengan menindak dan menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut.
Baca Juga: Gontor Komitmen Ikuti Proses Hukum Wafatnya Santri AM"Pada hari yang sama ketika almarhum wafat, kami juga langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat. Yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari pondok modern darussalam gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tua masing-masing," kata Noor Syahid dikutip dari kanal YouTube Gontortv, Senin (5/9/2022).
Noor menjelaskan bahwa pada prinsipnya, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apapun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum AM ini. Dia pun menyesalkan adanya peristiwa tersebut.
"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Dan sebagai pondok pesantren yang
concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujar Noor.
Baca Juga: Aksi Kiai Gontor Gebuk Drum dalam Pentas Seni di UnidaAtas peristiwa ini, pihak Gontor turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum. Noor menegaskan bahwa Gontor siap mengikuti proses hukum yang berlaku.
"Kami juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya almarhum ananda AM ini. Hingga pernyataan resmi ini diterbitkan, kami pihak Pondok Modern Darussalam Gontor masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama," tutur Noor.
Baca Juga:
Rektor UNIDA Gontor: Perjuangan Kemerdekaan Bagian dari Ibadah
A Fuadi: Satu Dua Isu Miring, Tak Hilangkan Puluhan Ribu Kebaikan Pesantren(asf)