Ayyamul Huzni, Gontor Serukan Doa Bersama untuk Almarhum AM
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 08 September 2022 - 06:50 WIB
Ke Gontor Apa Yang Kau Cari, sebuah kalimat yang tertulis di gedung khusus santri baru sebagai pengingat mereka atas niat-niat dalam menuntut ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: Istimewa
Keluarga Gesar Gontor menyerukan doa bersama. Hari-hari ini merupakan ayyamul huzni(hari penuh kesedihan) bagi seluruh Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, bukan hanya bagi orang tua almarhum tapi juga bagi Pak Kiai, para pengasuh, asatidz, puluhan ribu santri, bahkan seluruh alumni Gontor di mana pun berada.
Dalam siaran persnya, pihak PM Gontor menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas masukan, saran, bahkan kritikan dari seluruh lapisanmasyarakat berkaitan peristiwa meninggalnya Ananda kami AM dari Palembang. "Wafatnya almarhum adalah kesedihan bagi kita semua. Insya Allah almarhum wafat sebagai sebagai syahid fii sabilillah," ungkap Ustadz Noor Syahid selaku Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (8/9/2022).
Baca Juga:7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif
"Kami mengajak seluruh santri, ustadz, alumni, dan wali santri Gontor di manapun berada, mari malam hari ini kita bacakan doa, Alfatihah dan Yasin, secara serentak untuk almarhum AM, serta doa untuk kebaikan keluarga almarhum dan Pondok Modern Gontor. Semoga Allah selalu mengampuni dan meridhoi kita semua. Amin YRA," ucapnya atas nama Pimpinan Pondok Modern Gontor.
"Ini semua akan kami jadikan catatan dan pelajaran berharga buat segenap pengasuh dan pengajar Pondok Modern Gontor," ungkapnya menambahkan.
Pimpinan Gontor dalam keterangan pers yang sama juga menyampaikan beberapa hal penting,salah satunya Pondok Modern Gontor sama sekali tidak punya niatan untuk menutup-nutupi kasus dugaan penganiayaan yang berujung wafatnya santri. Apalagi sampai menghalang-halangi proses hukum pengungkapan kasus tersebut.
Dalam siaran persnya, pihak PM Gontor menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas masukan, saran, bahkan kritikan dari seluruh lapisanmasyarakat berkaitan peristiwa meninggalnya Ananda kami AM dari Palembang. "Wafatnya almarhum adalah kesedihan bagi kita semua. Insya Allah almarhum wafat sebagai sebagai syahid fii sabilillah," ungkap Ustadz Noor Syahid selaku Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (8/9/2022).
Baca Juga:7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif
"Kami mengajak seluruh santri, ustadz, alumni, dan wali santri Gontor di manapun berada, mari malam hari ini kita bacakan doa, Alfatihah dan Yasin, secara serentak untuk almarhum AM, serta doa untuk kebaikan keluarga almarhum dan Pondok Modern Gontor. Semoga Allah selalu mengampuni dan meridhoi kita semua. Amin YRA," ucapnya atas nama Pimpinan Pondok Modern Gontor.
"Ini semua akan kami jadikan catatan dan pelajaran berharga buat segenap pengasuh dan pengajar Pondok Modern Gontor," ungkapnya menambahkan.
Pimpinan Gontor dalam keterangan pers yang sama juga menyampaikan beberapa hal penting,salah satunya Pondok Modern Gontor sama sekali tidak punya niatan untuk menutup-nutupi kasus dugaan penganiayaan yang berujung wafatnya santri. Apalagi sampai menghalang-halangi proses hukum pengungkapan kasus tersebut.