LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak alumni
Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini memegang jabatan penting di pemerintahan. Baik di legislatif, eksekutif, maupun di yudikatif.
Kontribusi Gontor untuk bangsa Indonesia memang tak diragukan lagi. Jauh sebelum Indonesia Merdeka, Gontor sudah fokus pada politik tertinggi yakni pendidikan. Sejak 1926, Gontor dengan sistem
Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) atau Persemaian Guru Islam, sudah mangkader tokoh bangsa.
Setelah Indonesia merdeka, Gontor kerap melahirkan para pemimpin dan pejabat publik. Pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur itu dikenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa Asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat.
Nah, berikut ini beberapa pejabat publik yang memegang jabatan penting di Tanah Air:
1. Wamenlu AM Fachir
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Abdurrahman Mohammad Fachir dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Luar Negeri RI pada 27 Oktober 2014 dan purna tugas pada 2019 lalu. Fachir kecil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Banjarmasin.
Baca Juga: Perjalanan AM Fachir, dari Santri Hingga Jadi Diplomat Penyelamat WNI di Luar Negeri
Pada 1972, dia berangkat ke Pulau Jawa. Di pulau inilah, dia menyandang status sebagai seorang santri. Dia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan Pondok Modern Darussalam Gontor.
2. Menag Lukman Hakim Saifuddin ![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Lukman Hakim Saifuddin adalah Menteri Agama RI yang mulai menjabat pada 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia kembali menjadi menteri agama di Kabinet Kerja pada 27 Oktober 2014 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Lukman Hakim melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Darussalam Gontor setelah lulus dari sekolah dasar pada 1983.
3. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Hidayat Nur Wahid, merupakan salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang memegang jabatan penting di Tanah Air. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024.
Baca Juga: Ahmad Fuadi, Santri Mendunia yang Sebarkan Inspirasi Lewat Novel Best Seller
Dia melanjutkan pendidikan di Gontor pada 1978. sebelum itu, dia pernah mondok di Pesantren Wali Songo, Ngabar Ponorogo pada 1972.
4. Dubes Azerbaijan Husnan Bey Fananie
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Husnan Bey Fananie merupakan diplomat kelahiran Jakarta pada 13 November 1967. Dia saat ini dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Azerbaijan.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor itu telah menamatkan pendidikan S1, S2, dan S3 berturut-turut di University of the Punjab, Lahore, Pakistan dan Rijks Universiteit Leiden, the Netherlands, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
5. Sekretaris MA Hasbi Hasan
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Hasbi Hasan merupakan pejabat lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini menduduki kursi Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Baca Juga: KH Hasan Abdullah Sahal, Kiai Gila Bola dari Gontor
Hasbi Hasan melahirkan banyak pemikiran di bidang hukum. Misalnya dalam kasus narkoba, persoalan anak atau kasus narkoba yang tidak sampai satu gram bisa diselesaikan melalui restorative justice atau keadilan restoratif.
6. Wali Kota Depok Mohammad Idris
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Wali Kota Depok, Jawa Barat, Mohammad Idris Abdul Shomad, adalah pejabat lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dia sudah menjabat sejak 2016 dan dilanjutkan periode kedua sejak 2021.
7. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja
![7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif]()
Komisi III DPR RI memilih Adnan Pandu Praja sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2011-2015. Selama menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Adnan dikenal sebagai santri berperilaku baik.
Dari empat pimpinan KPK yang dipilih kala itu, hanya Adnan yang memiliki latar belakang pesantren. Dia menimba ilmu di
Kulliyatul Mu’allimin Islamiyah (KMI) Gontor selama tiga tahun.
(jqf)