Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Perjalanan AM Fachir, dari Santri Hingga Jadi Diplomat Penyelamat WNI di Luar Negeri

Muhajirin Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Perjalanan AM Fachir, dari Santri Hingga Jadi Diplomat Penyelamat WNI di Luar Negeri
Abdurrahman Mohammad Fachir (foto: Wikipedia))
LANGIT7.ID - Tepat 26 November 1957 lalu, di salah satu sudut kota Banjarmasin lahir seorang bayi kecil yang diberi nama Abdurrahman Mohammad Fachir. Saat remaja, Fachir menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor. Siapa sangka, hari ini ia jadi salah satu diplomat andalan Republik Indonesia hingga pernah menduduki jabatan Wakil Menteri Luar Negeri.

AM Fachir menjadi bukti nyata pernyataan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, bahwa santri itu keren, bisa jadi apa saja.

Baca Juga: Wamenag: Santri itu Keren, Bisa Jadi Menteri Hingga Presiden
Pada 27 Oktober 2014, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI, dan purna tugas pada 2019 lalu. Perjalanan AM Fachri sudah mendunia sebelum menerima amanah sebagai wakil menteri.

Ia pernah bekerja sebagai Duta Agung Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Republik Arab Mesir (2007-2011), Direktur Jenderal Informasi dan Diplomat Publik Kementerian Luar Negeri RI (2011-2014), dan Duta Agung Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kerajaan Arab Saudi pada Maret hingga Oktober 2014.

Fachir kecil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Banjarmasin. Pada 1972, ia berangkat ke pulau Jawa. Di pulau inilah ia menyandang status sebagai seorang santri. Ia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca Juga: Ahmad Fuadi, Santri Mendunia yang Sebarkan Inspirasi Lewat Novel Best Seller

Pada 1978, ia bertolak menuju Jakarta guna melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Bahasa Arab IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Syarif Hidayatullah). Selain pernah mengikuti pertukaran pemuda ASEAN-Jepang pada 1978, ia dikenal sebagai seniman, yakni menjadi salah satu personel band saat di kampus.

Pada 2014 lalu, AM Fachir mengaku terkejut lantaran Presiden Joko Widodo memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai wakil menteri luar negeri. Itu amanah yang berat. Tak seberat saat menjabat Ketua Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) ketika Azyumardi Azra menjadi Ketua Umum HMI Cabang Ciputat periode 1981-1982. Sebab seni sudah mengalir di darahnya.

Kala itu, ia masih menjabat Duta Besar RI di Saudi. Sebelum mendapat telepon dari Jokowi, ia tengah berada di Riyadh untuk terbang ke Jeddah. Namun perjalanan tersebut dibatalkan karena harus terbang ke Indonesia.

Alumni Pondok Modern Gontor itu dikenal sebagai diplomat spesialis penyelamat Warga Negara Indonesia (WNI). Sebagian besar karir diplomatiknya di luar negeri ia curahkan untuk memperhatikan keselamatan WNI yang tengah merantau dan membawa warga ke Tanah Air demi keselamatan mereka.

Fachir pernah mendapat tugas ke Irak pada 1988 hingga 1992. Pada periode itu, berkecamuk Perang Teluk I, saat Irak menginvasi Kuwait selama 2 Agustus hingga 28 Februari 1991. Saat bertugas, mobil yang ia tumpangi pernah terkena tembakan.

Pada era kepemimpinan Presiden Megawati, ia dipercaya menjadi Kepala Biro Naskah dan penerjemahan Sekretariat Negara. Selanjutnya, ia ditempatkan beberapa tahun di New York, Amerika Serikat.

Pada 2004 diangkat menjadi Wakil Duta Besar dan Kuasa Usaha Ad Interim di KBRI Kuala Lumpur. Lagi-lagi, selama di Malaysia, ia mengoordinasikan pemulangan WNI, yakni para pekerja ilegal asal Indonesia yang kena razia massal oleh pihak berwenang Malaysia.

Pada 2007, Fachir menjalani tugas pertama sebagai Dubes RI di Mesir. Selama bertugas di sana, dia menyelenggarakan lokakarya untuk mendukung prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir pada 12-13 April 2008 di Azhar Conference Center (ACC).

Jelang masa tugas berakhir, Fachir harus memimpin tim untuk menyelamatkan para pelajar Indonesia dan keluarga agar tidak terkena dampak konflik hasil tumbangnya rezim Husni Mubarak melalui revolusi rakyat.

Setelah menunaikan tugas di Mesir, penyuka musik Jazz itu, pada 2011 diangkat menjadi Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik di Kemenlu hingga 2014.

Lalu Senin, 27 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo melantik beliau sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang tergabung dalam Kabinet Kerja. Hingga Jumat, 25 Oktober 2019, ia melepaskan jabatannya dan digantikan oleh Mahendra Siregar.

Lima tahun mendampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Fachir merasa sangat puas dengan kinerjanya. Dia juga merasa bersyukur karena telah menjadi bagian penting Kementerian Luar Negeri.

“Saya menikmati pekerjaan, ini panggilan saya. Alhamdulilah dari semua aspek, infrastruktur, business process, kesejahteraan, menurut saya bisa dikatakan memuasakan,” kata Fachir kepada awak media usai melakukan serah terima jabatan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)