LANGIT7.ID, Tasikmalaya - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, memotivasi santri Pondok Pesantren Al Amin Tanjung Kawalu Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia meminta para santri memiliki optimisme yang tinggi untuk masa depan.
Menurutnya, medan dakwah santri sangat luas. Santri bisa menjadi seorang pengusaha maupun aparat dan mampu menduduki jabatan apa saja di pemerintahan seperti menteri, gubernur, wakil presiden, hingga presiden.
Zainut mengatakan, peran santri saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini perlu disadari agar santri tidak merasa minder ketika terjun ke tengah masyarakat. Santri mampu bersaing dengan pelajar-pelajar yang berada di sekolah-sekolah umum.
Baca Juga: 7 Momen Unik Saat Nyantri yang Bikin Kangen Pesantren“Santri bisa jadi apa saja. Bisa jadi ulama, pengusaha, anggota polisi, TNI, wakil menteri, menteri, bahkan presiden,” kata Zainut dikutip dalam keterangan pers, Selasa (28/9/2021).
Menurut dia, perluasan kiprah santri di berbagai bidang itu tidak terlepas dari pola pendidikan yang diajarkan di pesantren.
Santri tidak hanya ditempa secara akal agar pandai dan cerdas, namun mereka dibentuk untuk memiliki akhlak yang mulia. Selain itu, mereka punya keunggulan karena menjalani pendidikan selama 24 jam.
Baca Juga: Pentingnya Adab Terhadap Guru, agar Ilmu Nyangkut dan Berkah“Itulah yang dibutuhkan seluruh bidang profesi,” kata Zainut. Dia berharap para satri tidak hanya menjadi shaleh, tapi juga mushlih (baik secara pribdi dan sosial). Sebab itu, dia berpesan agar para santri menata niat dengan sebaik-baiknya. Harus semangat belajar dan ikhlas dalam menuntut ilmu.
“Karena ukuran kebaikan seseorang adalah sejauh mana ia bermanfaat bagi orang lain.
Khairunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Jadi, kita harus bangga menjadi santri, karena santri itu keren,” kata Zainut.
Baca Juga: Kemenag Rilis Logo Resmi Hari Santri Nasional 2021, Ini Filosofinya(jqf)