Ustaz Wildan: Covid-19 Beri Alarm tentang Masa Depan Pendidikan
Ahmad zuhdi
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 10:47 WIB
Ilustrasi pentingnya persoalan pendidikan diperhatikan di masa pandemi. Foto: Langit7/Istock
Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun membawa dampak ke berbagai sektor. Di antara aspek paling terdampak akibat Covid-19 adalah dunia pendidikan. Meskipun pendidikan tidak harus melulu melalui institusi bernama sekolah, harus diakui sekolah belum tergeser sebagai wasilah mainstream yang dipercaya oleh rakyat untuk mendapatkan pendidikan.
"Covid-19 memang memberi peringatan dan mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Mengingatkan bahwa orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Banyak hikmah bisa kita ambil dari musibah pandemi ini," kata Ketua Yayasan An-Nahla Al-Islamiy, ustaz Wildan Hasan dalam keterangannya, Jumat (13/8).
Baca juga:Pesantren Muhammadiyah Ini Mampu Hadapi Pandemi dengan Manfaatkan Teknologi
Hanya saja, lanjut ustaz Wildan, realita menunjukkan kepada kita bahwa untuk beralih model pendidikan belum siap. Belum lagi para orang tua mengalami tekanan mental cukup berat selain beban harus mendampingi anak melakukan pembelajaran di rumah juga beban tugas-tugas pekerjaan rumah dan tempat kerjanya yang harus diselesaikan. Menurut dia, kondisi ini bisa menimbulkan stress yang mengkhawatirkan.
"Apabila orang tua stress kemungkinan besar anak tidak akan mendapatkan pendampingan dan pengajaran yang baik di rumah. Akhirnya anak dibiarkan bebas belajar sendiri di rumah dengan hp di tangannya tanpa pengawasan," tuturnya.
Menurut kandidat doktoral Pendidikan Agama Islam ini, tingkat stress yang semakin meningkat bisa menimbulkan dua hal. Pertama, orang tua akan mencari solusi dengan mendiskusikan persoalan tersebut dengan Guru dan sekolah anaknya.
Kedua, orang tua melepas tanggung jawab dan tidak lagi peduli dengan pendidikan anaknya. Cukup melihat anaknya belajar, ikut PTS-PAS, wisuda, dapat ijazah, selesai. Tanpa peduli kualitas pendidikan yang didapatkannya bisa jadi sangat rendah.
"Covid-19 memang memberi peringatan dan mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Mengingatkan bahwa orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Banyak hikmah bisa kita ambil dari musibah pandemi ini," kata Ketua Yayasan An-Nahla Al-Islamiy, ustaz Wildan Hasan dalam keterangannya, Jumat (13/8).
Baca juga:Pesantren Muhammadiyah Ini Mampu Hadapi Pandemi dengan Manfaatkan Teknologi
Hanya saja, lanjut ustaz Wildan, realita menunjukkan kepada kita bahwa untuk beralih model pendidikan belum siap. Belum lagi para orang tua mengalami tekanan mental cukup berat selain beban harus mendampingi anak melakukan pembelajaran di rumah juga beban tugas-tugas pekerjaan rumah dan tempat kerjanya yang harus diselesaikan. Menurut dia, kondisi ini bisa menimbulkan stress yang mengkhawatirkan.
"Apabila orang tua stress kemungkinan besar anak tidak akan mendapatkan pendampingan dan pengajaran yang baik di rumah. Akhirnya anak dibiarkan bebas belajar sendiri di rumah dengan hp di tangannya tanpa pengawasan," tuturnya.
Menurut kandidat doktoral Pendidikan Agama Islam ini, tingkat stress yang semakin meningkat bisa menimbulkan dua hal. Pertama, orang tua akan mencari solusi dengan mendiskusikan persoalan tersebut dengan Guru dan sekolah anaknya.
Kedua, orang tua melepas tanggung jawab dan tidak lagi peduli dengan pendidikan anaknya. Cukup melihat anaknya belajar, ikut PTS-PAS, wisuda, dapat ijazah, selesai. Tanpa peduli kualitas pendidikan yang didapatkannya bisa jadi sangat rendah.