Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pesantren Muhammadiyah Ini Mampu Hadapi Pandemi dengan Manfaatkan Teknologi

Muhajirin Jum'at, 13 Agustus 2021 - 10:30 WIB
Pesantren Muhammadiyah Ini Mampu Hadapi Pandemi dengan Manfaatkan Teknologi
ilustrasi Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta melihat pandemi Covid-19 sebagai ujian yang membawa inspirasi untuk terus berkreasi dan inovatif. Madrasah Mu’allimin merupakan pesantren sekaligus lembaga kaderisasi ulama yang berada di bawah naungan PP Muhammadiyah. Pesantren ini didirikan langsung oleh Kiai Ahmad Dahlan pada 1918.

Sejak pertengahan Juni 2020, madrasah tersebut memulangkan semua santri yang berjumlah 1.475 orang. Pada awal tahun pelajaran 2021, Madrasah Mu’allimin mendatangkan santri secara bertahap, mulai dari 30 sampai 35 persen santri. Jika semua perangkat pendukung telah siap, maka semua santri akan diizinkan ke madrasah.

Madrasah ini tidak mendapat sokongan dana dari pemerintah. Hanya memanfaatkan iuran pendidikan (SPP). Namun menariknya, lembaga pendidikan tersebut tidak terpengaruh dampak pandemi. Ini karena Mu’allimin memiliki sistem manajemen operasional berbasis information technology (IT) yang mapan dan terus diperbaharui.

Direktur Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, Aly Aulia, mengatakan, sistem manajemen tersebut mampu menekan angka santri yang putus sekolah, sehingga mampu menjamin keamanan dan kesejahteraan para tenaga pendidik serta pegawai.

“(Santri) drop out ada, tapi sangat sedikit karena kita bisa menerapkan dalam proses registrasi. Biasanya ada beberapa orang tua yang terbatas ekonomi, sehingga kemudian menunggak dan lain sebagainya, tapi kita punya jalan tengah. Ada dispensasi,” kata Aly, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Aly mengaku mendapat sedikit kendala saat pandemi Covid-19 pertama kali mewabah di Tanah Air. Namun madrasah tersebut berhasil membangun rekayasa sistem IT dan E-Learning yang terintegrasi dan tidak hanya mengangkut ketuntasan mata pelajaran, namun juga ketuntasan aktivitas harian dan peribadatan santri selama di rumah.

Melalui sistem IT itu, pengurus madrasah bisa mengetahui santri yang shalat berjamaah dan tidak. Selama pandemi, kata Aly, pengurus madrasah memastikan dan memprioritaskan aspek tenaga kependidikan agar tidak terpengaruh wabah. Dengan begitu, santri tidak lepas dari sistem madrasah, dan orang tua pun merasa tidak rugi membayar SPP.

Pada tahun kedua pandemi, madrasah tersebut justeru semakin adaptif, terutama dari sisi digitalisasi sistem. Aly menyebut, pengurus madrasah menjadikan pandemi sebagai peluang untuk berinovatif. Para guru, pembina, hingga insan Mu’allimin lainnya bisa lebih familiar dengan kemampuan IT dan proses digitalisasi lainnya.

Aly menegaskan, meskipun pandemi, berlalu, sistem IT yang telah direkayasa pihak madrasah tidak serta merta ditinggalkan, tetapi disempurnakan. “Kaitannya dengan sistem yang sudah kita kembangkan secara online, sehingga basisnya tetap kita kembangkan. Jadi, setelah santri datang ke pesantren, kita tidak tinggalkan, justeru kita pakai dan kita jadikan entri poin dasar untuk pengembangan basis IT yang ada di pesantren,” ujar Aly.

Kendati pembelajaran berbasis IT, namun menurut Aly, fungsi pendidikan ala pesantren tetap dinilai tidak optimal jika hanya mengandalkan aplikasi. Maka itu, Aly berharap pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Setelah 600 santri kembali ke pondok, pembelajaran diadakan dengan mengkombinasikan offline dan online. Sebagian santri belajar di asrama, sebagian lagi di rumah masing-masing.

“Dari aspek pendidikan, walaupun kita tetap memaksimalkan proses online, yang terintegrasi dan juga berbagai hal yang sudah kita siapkan, tapi karena memang basis kita pesantren ada hal-hal yang tidak bisa dimaksimalkan selama santri berada di rumah,” ujar Aly.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan