Negara-Negara Arab Desak Netflix Hapus Konten Anti-Islam
Redaksi
Kamis, 08 September 2022 - 15:30 WIB
Negara-negara Arab mendesak Netflix menghapus konten yang bertentangan dengan ajaran Islam. Foto: Langit7/iStock.
Negara-negara Teluk Arab menuntut layanan streaming Netflix agar menghapus "konten ofensif" atau yang bertentangan dengan nilai dan prinsip Islam dalam masyarakat.
Melalui komite khusus Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang terdiri dari negara-negara Islam bersikap akan mengambil tindakan hukum terhadap Netflix jika tidak mematuhi peraturan.
Dalam pernyataannya, organisasi regional tersebut mencatat bahwa Netflix menyiarkan konten dan materi visual yang melanggar peraturan media di negara-negara GCC.
Baca juga: Gandeng Microsoft, Netflix Hadirkan Layanan Paket Murah dengan Iklan
“[Netflix] dihubungi untuk menghapus konten ini, termasuk konten yang ditujukan untuk anak-anak, dan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum,” begitu pernyataan bersama dari komite GCC dan Komisi Umum Saudi untuk Media Audiovisual, dikutip dari Aljazeera, Kamis (8/9/2022).
Langkah tersebut dilakukan sebagai tanggapan adanya konten Netflix yang menyertakan karakterLGBTQ, serta materi lain yang dianggap "tidak bermoral".
Terkait pernyataan tersebut, Netflix yang berbasis di California belum memberikan komentar.
Melalui komite khusus Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang terdiri dari negara-negara Islam bersikap akan mengambil tindakan hukum terhadap Netflix jika tidak mematuhi peraturan.
Dalam pernyataannya, organisasi regional tersebut mencatat bahwa Netflix menyiarkan konten dan materi visual yang melanggar peraturan media di negara-negara GCC.
Baca juga: Gandeng Microsoft, Netflix Hadirkan Layanan Paket Murah dengan Iklan
“[Netflix] dihubungi untuk menghapus konten ini, termasuk konten yang ditujukan untuk anak-anak, dan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum,” begitu pernyataan bersama dari komite GCC dan Komisi Umum Saudi untuk Media Audiovisual, dikutip dari Aljazeera, Kamis (8/9/2022).
Langkah tersebut dilakukan sebagai tanggapan adanya konten Netflix yang menyertakan karakterLGBTQ, serta materi lain yang dianggap "tidak bermoral".
Terkait pernyataan tersebut, Netflix yang berbasis di California belum memberikan komentar.