Jokowi: Pandemi Ajarkan Indonesia Hadapi Banyak Guncangan
Andi Muhammad
Kamis, 08 September 2022 - 22:44 WIB
Jokowi: Pandemi Ajarkan Indonesia Hadapi Banyak Guncangan. Foto: Istimewa.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan saat ia tidak melakukan lockdown saat kasus pandemi Covid-19 merebak dengan cepat. Padahal kala itu, mayoritas negara langsung memberlakukan lockdown.
Jokowi beranggapan, pandemi mengajarkan Indonesia menghadapi banyak guncangan. Pemerintah akhirnya bekerja sama dengan banyak pihak dalam menghadapi pandemi mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat RT. Ormas pun bersatu padu dengan TNI-Polri dalam menghadapi pandemi.
Jokowi mengaku bahwa dirinya didesak untuk memberlakukan lockdown seperti pada negara-negara lainnya. Desakan tersebut datang dari berbagai pihak.
"Di kabinet sendiri 80 persen mintanya lockdown, survei juga mintanya rakyat lebih dari 80 persen lockdown," ujarnya dalam kegiatan 'Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia 2022', kemarin (7/9/2022).
Baca Juga:Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Walk Out di Sidang Paripurna DPR
Jokowi mengaku bila dirinya harus sedikit bimbang dan melakukan semedi untuk menentukan perlu atau tidaknya melakukanlockdown saat itu. "Tapi saat itu saya semedi, saya endapkan betul apakah bener kita harus melakukan itu dan jawabannya saat itu saya jawab tidak usahlockdown" kata Jokowi.
Ia menilai bahwa keputusan tersebut adalah pilihan yang tepat. Sebab, bila diberlakukan lockdown, kata Jokowi, Indonesia bisa mengalami perekonomian yang lebih buruk dari kondisi sekarang.
Jokowi beranggapan, pandemi mengajarkan Indonesia menghadapi banyak guncangan. Pemerintah akhirnya bekerja sama dengan banyak pihak dalam menghadapi pandemi mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat RT. Ormas pun bersatu padu dengan TNI-Polri dalam menghadapi pandemi.
Jokowi mengaku bahwa dirinya didesak untuk memberlakukan lockdown seperti pada negara-negara lainnya. Desakan tersebut datang dari berbagai pihak.
"Di kabinet sendiri 80 persen mintanya lockdown, survei juga mintanya rakyat lebih dari 80 persen lockdown," ujarnya dalam kegiatan 'Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia 2022', kemarin (7/9/2022).
Baca Juga:Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Walk Out di Sidang Paripurna DPR
Jokowi mengaku bila dirinya harus sedikit bimbang dan melakukan semedi untuk menentukan perlu atau tidaknya melakukanlockdown saat itu. "Tapi saat itu saya semedi, saya endapkan betul apakah bener kita harus melakukan itu dan jawabannya saat itu saya jawab tidak usahlockdown" kata Jokowi.
Ia menilai bahwa keputusan tersebut adalah pilihan yang tepat. Sebab, bila diberlakukan lockdown, kata Jokowi, Indonesia bisa mengalami perekonomian yang lebih buruk dari kondisi sekarang.