Ini Alasan Bisnis Perlu Beralih ke Transformasi Digital
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 11:25 WIB
Generasi milenial. Foto: Langit7/Istock
Saat ini, populasi penduduk Indonesia mayoritas berasal dari generasi milenial dan Z yang lahir antara tahun 1981-2012. Kondisi itu mmebuat generasi lainnya untuk bisa mengikuti gaya hidup kedua generasi tersebut.
Dalam hal ini, generasi milenial dan Z, memiliki gaya hidup yang bergantung dengan internet untuk mendapatkan akses digital. Kebutuhan akan internet membuat digitalisasi menjadi faktor peralihan perubahan perilaku, khususnya dalam bisnis.
Setidaknya, sebanyak 25,87 persen dari total populasi penduduk Indonesia dikuasai generasi milenial, sementara generasi Z menguasai sebanyak 27,94 persen. Jika ditotal, jumlah populasi penduduk di Indonesia dengan mayoritas kedua generasi ini mencapai sekitar 54 persen.
Baca juga:Pemerintah Dorong Percepatan Usaha Mikro Jadi Usaha Kecil dan Menengah
Ketua Departement Fintech dan IT MES Jateng, Khotim Zaeni Ashiddiq mengatakan, sebagai mayoritas, generasi milenial dan Z memiliki kemampuan untuk memaksakan perilaku atau gaya hidup mereka kepada generasi lain. Pengaruh kuat inilah yang akhirnya mau tidak mau setiap generasi beralih kepada transformasi digital.
“Genarasi milenial dan Z, menuntut gaya hidup lebih mudah, menyenangkan, fleksibel, dan aman. Kegiatan apa pun itu bisa dilakukan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Di samping itu gaya hidup mereka juga menuntut para pengusaha untuk menyesuaikan dan memenuhi tuntutan gaya hidup mereka untuk menggunakan teknologi digital,” ujarnya dalam Webinar Membangun Ekosistem Bisnis Pesantren, Jumat (13/8).
Total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 272 juta penduduk, yang memiliki ponsel pintar mencapai 124 persen. Artinya, dari satu orang bisa memiliki lebih dari satu ponsel pintar. Selain itu, pengguna internet di Indonesia mencapai 64 persen, sekitar 175 juta pengguna, di antaranya aktif menggunakan media sosial sebesar 59 persen atau 160 juta orang.
Dalam hal ini, generasi milenial dan Z, memiliki gaya hidup yang bergantung dengan internet untuk mendapatkan akses digital. Kebutuhan akan internet membuat digitalisasi menjadi faktor peralihan perubahan perilaku, khususnya dalam bisnis.
Setidaknya, sebanyak 25,87 persen dari total populasi penduduk Indonesia dikuasai generasi milenial, sementara generasi Z menguasai sebanyak 27,94 persen. Jika ditotal, jumlah populasi penduduk di Indonesia dengan mayoritas kedua generasi ini mencapai sekitar 54 persen.
Baca juga:Pemerintah Dorong Percepatan Usaha Mikro Jadi Usaha Kecil dan Menengah
Ketua Departement Fintech dan IT MES Jateng, Khotim Zaeni Ashiddiq mengatakan, sebagai mayoritas, generasi milenial dan Z memiliki kemampuan untuk memaksakan perilaku atau gaya hidup mereka kepada generasi lain. Pengaruh kuat inilah yang akhirnya mau tidak mau setiap generasi beralih kepada transformasi digital.
“Genarasi milenial dan Z, menuntut gaya hidup lebih mudah, menyenangkan, fleksibel, dan aman. Kegiatan apa pun itu bisa dilakukan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Di samping itu gaya hidup mereka juga menuntut para pengusaha untuk menyesuaikan dan memenuhi tuntutan gaya hidup mereka untuk menggunakan teknologi digital,” ujarnya dalam Webinar Membangun Ekosistem Bisnis Pesantren, Jumat (13/8).
Total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 272 juta penduduk, yang memiliki ponsel pintar mencapai 124 persen. Artinya, dari satu orang bisa memiliki lebih dari satu ponsel pintar. Selain itu, pengguna internet di Indonesia mencapai 64 persen, sekitar 175 juta pengguna, di antaranya aktif menggunakan media sosial sebesar 59 persen atau 160 juta orang.