Cara Ponpes Bisa Mandiri, Implementasikan Teknologi Digital Kelola Bisnis
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 15:31 WIB
Ilustrasi pesantren gunakan teknologi digital kelola bisnis dan operasional lembaga. Foto: Langit7/Istock
Pondok pesantren (Ponpes) merupakan lembaga pendidikan tradisional. Kini didorong untuk bisa mandiri. Salah satu caranya dengan memberikan pengembangan terhadap ustadz dan santrinya untuk bisa melakukan peralihan secara perlahan, menggunakan tren digital dalam pengembangan ekonomi syariah.
Ketua Departement Fintech dan IT MES Jateng, Khotim Zaeni Ashiddiq mengatakan, untuk bisa mengambil peluang digitalisasi, maka Ponpes sebagai lembaga pendidikan perlu mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi dalam mengoperasikan seluruh kegiatan operasional lembaganya. Sehingga akan lebih mudah untuk melakukan kolaborasi dan aliansi, baik yang bersifat komersial mau pun non komersial.
“Dengan melakukan adaptasi terhadap tren digital, nantinya dapat mengoptimalisasi potensi dan sumber daya dengan lembaga lain mana pun yang sama-sama memiliki infrastruktur dan ekosistem teknologi digital,” katanya dalam Webinar Membangun Ekosistem Bisnis Pesantren, Jumat (13/8).
Baca juga:Ini Alasan Bisnis Perlu Beralih ke Transformasi Digital
Teknologi digital secara spesifik didukung oleh teknologi Aplication Programming Interface (API) baik yang berjenis private, public, partner, dan composite. Sehingga dapat dihubungkan dengan server dan database lembaga, organisasi dan perusahaan lain secara host to host atau machine to machine, tanpa campur tangan manusia.
Transformasi di tubuh Ponpes diperlukan dalam proses merubah secara bertahap dan terencana serta terpogram sampai kepada fungsionaitas dan visional yang diharapkan. Salah satunya melalui dialektis, yang merupakan respon terhadap pengaruh aspek eksternal dan internal.
Ketua Departement Fintech dan IT MES Jateng, Khotim Zaeni Ashiddiq mengatakan, untuk bisa mengambil peluang digitalisasi, maka Ponpes sebagai lembaga pendidikan perlu mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi dalam mengoperasikan seluruh kegiatan operasional lembaganya. Sehingga akan lebih mudah untuk melakukan kolaborasi dan aliansi, baik yang bersifat komersial mau pun non komersial.
“Dengan melakukan adaptasi terhadap tren digital, nantinya dapat mengoptimalisasi potensi dan sumber daya dengan lembaga lain mana pun yang sama-sama memiliki infrastruktur dan ekosistem teknologi digital,” katanya dalam Webinar Membangun Ekosistem Bisnis Pesantren, Jumat (13/8).
Baca juga:Ini Alasan Bisnis Perlu Beralih ke Transformasi Digital
Teknologi digital secara spesifik didukung oleh teknologi Aplication Programming Interface (API) baik yang berjenis private, public, partner, dan composite. Sehingga dapat dihubungkan dengan server dan database lembaga, organisasi dan perusahaan lain secara host to host atau machine to machine, tanpa campur tangan manusia.
Transformasi di tubuh Ponpes diperlukan dalam proses merubah secara bertahap dan terencana serta terpogram sampai kepada fungsionaitas dan visional yang diharapkan. Salah satunya melalui dialektis, yang merupakan respon terhadap pengaruh aspek eksternal dan internal.