Keluarga Komitmen Kawal Proses Hukum Wafatnya Ananda AM
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 10 September 2022 - 21:35 WIB
Ibunda Albar Mahdi, Soimah tetap melanjutkan proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan putranya. (Foto: Tangkapan Layar/Instagram@soimahdidi)
Keluarga santri Ananda Albar Mahdi (AM) menegaskan komitmen untuk mengawal kasus yang menewaskan anaknya tersebut sesuai proses hukum yang sedang berjalan. Pihak keluarga menuntut keadilan yang setimpal atas kasus yang menewaskan putranya tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh sang ibunda, Soimah. "Dikarenakan masalah ini sudah memasuki ranah hukum, maka saya tetap akan melanjutkan proses hukum tersebut untuk menuntut keadilan yang sesungguhnya untuk anak saya Albar Mahdi," ucap Soimah dalam pernyataan sikapnya, dikutip dari Instagram miliknya @soimah_didi, Sabtu (10/9/2022).
Baca Juga:Keluarga AM Apresiasi Kunjungan Pimpinan Gontor ke Palembang
Soimah juga meminta agar pihak-pihak terlibat tidak menghilangkan barang bukti maupun menutup-nutupi peristiwa dugaan penganiayaan terhadap putranya. Sebagai seorang Ibu, Soimah mengakui dirinya tidak siap untuk menyetujui proses otopsi.
"Begitupun kepada pihak-pihak yang terlibat yang mencoba menghilangkan bukti-bukti, menutup-nutupi atas peristiwa penganiayaan terhadap anak saya, sehingga anak saya harus menjalani otopsi,ekshumasi. Saya sebagai seorang ibu untuk menyetujui proses otopsi, ekshumasi tersebut benar-benar sangat membuat batin saya terguncang," kata Soimah.
Seperti diketahui, santri AM meninggal dunia diduga dianiya dua orang santri yang merupakan kakak kelasnya. Polisi sudah menjemput dua orang santri terduga pelaku untuk mengetahui penyebab kematian AM.
Baca Juga:Keluarga AM Apresiasi Kunjungan Pimpinan Gontor ke Palembang
Hal tersebut disampaikan oleh sang ibunda, Soimah. "Dikarenakan masalah ini sudah memasuki ranah hukum, maka saya tetap akan melanjutkan proses hukum tersebut untuk menuntut keadilan yang sesungguhnya untuk anak saya Albar Mahdi," ucap Soimah dalam pernyataan sikapnya, dikutip dari Instagram miliknya @soimah_didi, Sabtu (10/9/2022).
Baca Juga:Keluarga AM Apresiasi Kunjungan Pimpinan Gontor ke Palembang
Soimah juga meminta agar pihak-pihak terlibat tidak menghilangkan barang bukti maupun menutup-nutupi peristiwa dugaan penganiayaan terhadap putranya. Sebagai seorang Ibu, Soimah mengakui dirinya tidak siap untuk menyetujui proses otopsi.
"Begitupun kepada pihak-pihak yang terlibat yang mencoba menghilangkan bukti-bukti, menutup-nutupi atas peristiwa penganiayaan terhadap anak saya, sehingga anak saya harus menjalani otopsi,ekshumasi. Saya sebagai seorang ibu untuk menyetujui proses otopsi, ekshumasi tersebut benar-benar sangat membuat batin saya terguncang," kata Soimah.
Seperti diketahui, santri AM meninggal dunia diduga dianiya dua orang santri yang merupakan kakak kelasnya. Polisi sudah menjemput dua orang santri terduga pelaku untuk mengetahui penyebab kematian AM.
Baca Juga:Keluarga AM Apresiasi Kunjungan Pimpinan Gontor ke Palembang