Masjid Jakarta Islamic Centre Buka Program JICBS Setiap Tahun
Andi Muhammad
Senin, 12 September 2022 - 18:15 WIB
Masjid Jakarta Islamic Centre Buka Program JICBS Setiap Tahun. Foto: Istimewa.
Masjid Jakarta Islamic Centre tak hanya menjadi sarana ibadah umat muslim saja, melainkan sebagai pusat kegiatan pembelajaran bagi generasi penerus bangsa.
Salah satu program yang diadakan yakni Jakarta Islamic Centre Broadcasting School (JICBS). Program yang berjalan dari tahun 2013 ini dibuka untuk umum dengan full beasiswa. Pendaftaran pun dibuka setiap tahunnya melalui website resmi JIC.
Kepala Sub Divisi Penyiaran Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam (PPPIJ), Ustaz Ade Suhandi mengatakan, pendaftaran JIC Broadcasting School dibuka setiap tahunnya dengan sangat selektif. Yakni menyaring para calon murid dengan cara membuat sebuah karya kreatif yang sesuai dengan syarat dan ketentuan dari pihak JICBS untuk dievaluasi.
"Jadi mereka mengirimkan dua video, yang pertama video ketika mereka diterima, kedua mereka harus membuat video cara memandu sebuah program podcast itu nanti kita contohkan kita kirimkan link contoh videonya. Nanti mereka mengikuti itu dengan gaya yang berbeda," kata Ustaz Ade saat di wawancara Langit7, Senin (12/9/2022).
Baca Juga:Pesantren Al-Mahad Cetak Lulusan Santri Berkarakter
"Terus mereka langsung nge-tag JIC Official termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Tiktok, dan Instagram," imbuhnya.
Tak hanya selektif dalam menerima calon murid, JICBS juga memiliki aturan yang cukup ketat guna mendisiplinkan para murid yang lolos seleksi agar tidak lalai dalam memenuhi hak dari beasiswa yang mereka terima.
Salah satu program yang diadakan yakni Jakarta Islamic Centre Broadcasting School (JICBS). Program yang berjalan dari tahun 2013 ini dibuka untuk umum dengan full beasiswa. Pendaftaran pun dibuka setiap tahunnya melalui website resmi JIC.
Kepala Sub Divisi Penyiaran Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam (PPPIJ), Ustaz Ade Suhandi mengatakan, pendaftaran JIC Broadcasting School dibuka setiap tahunnya dengan sangat selektif. Yakni menyaring para calon murid dengan cara membuat sebuah karya kreatif yang sesuai dengan syarat dan ketentuan dari pihak JICBS untuk dievaluasi.
"Jadi mereka mengirimkan dua video, yang pertama video ketika mereka diterima, kedua mereka harus membuat video cara memandu sebuah program podcast itu nanti kita contohkan kita kirimkan link contoh videonya. Nanti mereka mengikuti itu dengan gaya yang berbeda," kata Ustaz Ade saat di wawancara Langit7, Senin (12/9/2022).
Baca Juga:Pesantren Al-Mahad Cetak Lulusan Santri Berkarakter
"Terus mereka langsung nge-tag JIC Official termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Tiktok, dan Instagram," imbuhnya.
Tak hanya selektif dalam menerima calon murid, JICBS juga memiliki aturan yang cukup ketat guna mendisiplinkan para murid yang lolos seleksi agar tidak lalai dalam memenuhi hak dari beasiswa yang mereka terima.