LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Jakarta Islamic Centre tak hanya menjadi sarana ibadah umat muslim saja, melainkan sebagai pusat kegiatan pembelajaran bagi generasi penerus bangsa.
Salah satu program yang diadakan yakni Jakarta Islamic Centre Broadcasting School (JICBS). Program yang berjalan dari tahun 2013 ini dibuka untuk umum dengan full beasiswa. Pendaftaran pun dibuka setiap tahunnya melalui website resmi JIC.
Kepala Sub Divisi Penyiaran Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam (PPPIJ), Ustaz Ade Suhandi mengatakan, pendaftaran JIC Broadcasting School dibuka setiap tahunnya dengan sangat selektif. Yakni menyaring para calon murid dengan cara membuat sebuah karya kreatif yang sesuai dengan syarat dan ketentuan dari pihak JICBS untuk dievaluasi.
"Jadi mereka mengirimkan dua video, yang pertama video ketika mereka diterima, kedua mereka harus membuat video cara memandu sebuah program podcast itu nanti kita contohkan kita kirimkan link contoh videonya. Nanti mereka mengikuti itu dengan gaya yang berbeda," kata Ustaz Ade saat di wawancara Langit7, Senin (12/9/2022).
Baca Juga: Pesantren Al-Mahad Cetak Lulusan Santri Berkarakter"Terus mereka langsung nge-tag JIC Official termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Tiktok, dan Instagram," imbuhnya.
Tak hanya selektif dalam menerima calon murid, JICBS juga memiliki aturan yang cukup ketat guna mendisiplinkan para murid yang lolos seleksi agar tidak lalai dalam memenuhi hak dari beasiswa yang mereka terima.
Lebih lanjut, Ustaz Ade menuturkan, terdapat kontrak kerja yang disiapkan bagi para peserta didik. Yang mana jika mereka tidak hadir dalam dua pertemuan berturut-turut tanpa keterangan, maka mereka mau tidak mau akan diberhentikan dan diganti dengan calon peserta didik lainnya yang telah dipersiapkan.
"Ada kontrak belajar yang mereka harus tanda tangani, biasanya kalau mereka sudah kontrak belajar dibuat dan ditangani dan diserahkan kembali kepada panitia rata-rata mereka sukses sampai akhir perkuliahan," jelas Ustaz Ade.
Baca Juga: Ustaz Jeje: Seorang Mujtahid Harus Faham Terhadap RealitasSelain itu, sejumlah materi pembelajaran yang disediakan pada program tersebut pun menekankan kepada tingkat kreativitas para peserta didik.
"Kita membedah beberapa mata kuliah berkaitan dengan broadcaat, public speaking, photography, jurnalistik, desain grafis, optimasi sosial media, dan memelajari event organizer agar mereka mempunyak skill untuk membuat event," tuturnya.
JICBS mengadakan kelas setiap sepekan dua kali tepatnya pada hari Sabtu dan Ahad. Ustaz Ade menambahkan, pada wisuda kali ini JICBS mengusung tema 'Youth JIC Digital Fest' dengan melibatkan langsung para mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan selama satu tahun, tepatnya dalam 11 pertemuan.
"Di wisuda itu mereka terlibat bagaimana mengoordinasikan program, bagaimana mengundang narasumber, mencari sponsorship, kolega-kolega para tokoh dan pimpinan agar mereka terlatih setelah selesai di JIC Broadcasting School," tuturnya.
Baca Juga: Kemenag Dorong Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam(zhd)