LANGIT7.ID, Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) menggelar acara Youth Islamic Digital Fest 2-4 Desember 2022 di Convention Hall JIC. Adapun puncak acara pada Ahad Pagi ini dengan dipadati ribuan pengunjung.
Pengunjung datang dari berbagai daerah wilayah Jabodetabek dengan beragam latar belakang komunitas. Festival dengan tema “Be Creative In Digital Era” bertujuan sebagai ajang membangun kreativitas kaum muda Muslim yang dihelat di ballroom convention hall.
Event yang digelar sejak Jumat pekan ini menghadirkan training screning film, lomba inovasi, anugerah dan penghargaan bidang digital, bazar, pameran, game corner, dan cenematic drone.
Baca Juga: Dukungan Saudi ke Masjid JIC, Bukti Solidaritas Antar Negara MuslimKemudian di hari ini pun dihadiri oleh bintang tamu Pimpinan AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Sesuai dengan tema yang diusung, UBN mengungkapkan bahwa era digital seperti sekarang dapat mempermudah dalam berkomunikasi, terutama berdakwah.
"Kita kalangan orang tua sudah merasakan banget (perkembangan era digital), apalagi pas zaman Covid-19 pengajian-pengajan pakai YouTube, Facebook, Zoom dan lain sebagainya," kata UBN dalam Kajian Ahad Pagi, Ahad (4/12/2022).
UBN menegaskan bahwa era digital seperti sekarang harus dioptimalkan semaksimal mungkin dengan hal-hal yang positif. Agar di era yang serba mudah ini bisa menjadi wasilah kita menuju surga Allah SWT.
"Ini yang namanya smartphone bisa membaca isi otak kita dia tahu apa yang kita mau. Kalau yang ada di otak kita ini isinya kotoran semua, orang yang di kepalanya isinya kotoran semua, maka akan merusak moral dan akhlak," lanjut dia.
Sebelumnya, festival secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, H Gunas Mahdianto yang dihadiri seluruh pihak penyelanggara, bintang tamu, serta masyarakat dan ratusan pelajar.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap event ini dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran generasi muda kita, anak-anak muda kita dan segenap masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi society five word point Zero,” kata Gunas Mahdianto.
Baca Juga: UBN Ungkap 3 Tingkatan Muslim Hadapi Bencana dan Takdir(zhd)