home wisata halal

Menghidupkan Relief Borobudur Melalui Creative Race

Selasa, 13 September 2022 - 15:10 WIB
Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. (Foto: Istimewa).
Candi Borobudur tidak hanya sebuah arsitektur yang mewakili sebuah masa atau budaya. Tapi ada keagungan infrakstruktur yang tidak terpengaruh tren dan masa.

Kunjungan ke Borobudur selalu masuk dalam perjalanan wisata atau sekadar relaksasi. Saat muncul isu pembatasan pengunjung, tak disangka-sangka, ada reaksi keras dari masyarakat.

Kejadian ini menarik untuk dicermati, dilema antara konservasi dan edukasi menjadi perdebatan panjang yang belum dirilis solusinya.

Kedua sisi ini memiliki argumentasi yang sama-sama tepat dengan kekhawatiran yang juga tidak keliru. Dari sisi edukasi, bangunan megah, Borobudur milik semua orang, tidak budaya, agama, ras, atau golongan tertentu saja.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Kembangkan Wisata Candi Borobudur Versi Metaverse

Semua memiliki kedudukan yang sama untuk dapat mempelajari nilai edukasi di Borobudur. Dari sisi konservasi, keprihatinannya pun beralasan.

Rusaknya relief candi yang sangat berharga akibat tangan-tangan jahil pengunjung adalah sesuatu yang berat untuk ditolerir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
gaya arsitektur candi borobudur
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya