LANGIT7.ID, Jakarta -
Candi Borobudur tidak hanya sebuah arsitektur yang mewakili sebuah masa atau budaya. Tapi ada keagungan infrakstruktur yang tidak terpengaruh tren dan masa.
Kunjungan ke Borobudur selalu masuk dalam
perjalanan wisata atau sekadar relaksasi. Saat muncul isu pembatasan pengunjung, tak disangka-sangka, ada reaksi keras dari masyarakat.
Kejadian ini menarik untuk dicermati, dilema antara konservasi dan edukasi menjadi perdebatan panjang yang belum dirilis solusinya.
Kedua sisi ini memiliki argumentasi yang sama-sama tepat dengan kekhawatiran yang juga tidak keliru. Dari sisi edukasi, bangunan megah, Borobudur milik semua orang, tidak budaya, agama, ras, atau golongan tertentu saja.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Kembangkan Wisata Candi Borobudur Versi MetaverseSemua memiliki kedudukan yang sama untuk dapat mempelajari nilai edukasi di Borobudur. Dari sisi konservasi, keprihatinannya pun beralasan.
Rusaknya relief candi yang sangat berharga akibat tangan-tangan jahil pengunjung adalah sesuatu yang berat untuk ditolerir.
Bila mengedukasi pengunjung tentang menjaga dan bersikap tepat untuk pelestarian adalah sesuatu yang sulit. Barangkali perlu dipertimbangkan jalan tengah, edukasi tetap memberikan kesempatan luas, upaya pelestarian justru akan menguatkan edukasi.
Dengan adanya kendala ini, kini semua mata tertuju kepada pemerintah dan pihak-pihak pengelola kawasan Candi Borobudur.
Pada perhelatan ulang tahun PT. Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Ratu Boko, dan Borobudur, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa saat ini para pengelola Candi Borobudur termasuk TWC ditunggu gerak kreatifnya.
Jangan pernah berhenti berkreasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Karena apa yang dilakukan bukan hanya untuk nasional tetapi juga kancah International.
Tantangan ini mendasari PT. TWC bekerjasama dengan Bitread Publishing dan Kartala Digital Teknologi mengembangkan sebuah aplikasi permainan berbasis literasi untuk mengenalkan potensi kawasan candi dan cerita-cerita di relief Borobudur.
Permainan yang diberi nama Treasure Hunt dan Junior Archeologist ini hadir dalam bentuk aplikasi. Permainan ini akan diluncurkan dan dimainkan bersama secara masal pada tanggal 17 September 2022 pada event Borobudur Creative Race (BRACE).
Peserta akan diberikan tantangan dengan rute mengelilingi kawasan sekitar Candi Borobudur dengan mengambil tempat di beberapa balai ekonomi desa (balkondes) hingga masuk ke kawasan Candi.
Pujo Suwarno, VP Marketing & Sales PT. TWC, memberi keterangan bahwa event BRACE ini adalah bagian dari upaya mendukung pelestarian.
Mencoba menghadirkan sensasi baru sebagai variasi itinerary berkunjung ke kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya. Melalui kolaborasi, permainan teknologi digital ini kami mencoba menghidupkan relief melalui teknologi digital untuk memenuhi kepentingan edukasi dan konservasi.
Pengunjung dan pecinta games bisa mencoba kedua permainan ini yang menjadi bagian dari pelaksanaan event BRACE. Bisa dikatakan ini adalah permainan digital pertama di sebuah kawasan yang memberi penekanan kepada literasi dengan balutan edutaiment.
Anita Hairunnisa, CEO Bitread Publishing mengatakan sejatinya Borobudur bukan hanya sebuah destinasi tetapi juga repositori berbagai ilmu kehidupan. Sumber inspirasi dari masa ke masa, Borobudur merupakan sebuah perpustakaan dalam wujud fisik yang besar.
Inilah tujuan dari Treasure Hunt dan Junior Archeologist membawa misi pelestarian dan edukasi narasi-narasi Borobudur ke level yang lebih menarik lagi dengan teknologi imersif. Segala informasi tentang narasi dan event ini bisa dilihat di halaman BRACE2022
Bila Treasure Hunt mengajak peserta berlomba mendapatkan hadiah dengan memberikan tantangan berbasis narasi daerah. Junior Archeologist justru menghidupkan relief.
Mengangkat kisah romantis dari salah satu relief Candi yaitu Putri Manohara dan Pangeran Sudhana. Narasi tentang perjuangan cinta Pangeran Sudhana dalam bersatu dengan kekasihnya yaitu seorang Kinari cantik bernama Putri Manohara akan dapat pengunjung rasakan sambil mengelilingi kawasan Candi.
Tentu saja sambil merasakan permainan digital di luar ruangan dengan total hadiah 17 juta yang bisa dibawa pulang peserta. Keduanya menjanjikan sensasi bermain yang menyenangkan bersama group keluarga, sahabat, atau tim kerja.
Tetapi yang lebih utama adalah pengalaman merasakan hidupnya relief secara virtual melalui permainan akan menjadi sesuatu yang tidak pernah dirasakan oleh pengunjung sebelumnya.
Info lebih lengkapnya di
sini.
(bal)