Islam di Amerika
2 Dekade Setelah 9/11, Muslim AS Masih Berjuang Lawan Islamofobia
Muhajirin
Selasa, 13 September 2022 - 18:36 WIB
Muslim Amerika Serikat masih berjuang melawan Islamofobia (foto: istimewa)
Peristiwa pengeboman gedung WTC pada 11 September 2001 atau Selasa Kelabu meningkatkan Islamofobia di Amerika Serikat. Sejak peristiwa 9/11, Muslim Amerika kerap mendapatkan tekanan dan diskriminasi. Dua dekade setelahnya, Muslim Amerika terus berupaya melawan Islamofobia.
Menurut data statistik FBI, kejahatan akibat kebencian terhadap muslim meningkat tajam setelah peristiwa 11 September 2001. Kebencian itu bahkan terus meningkat hingga kini.
“Muslim terus menjadi target kebencian, penindasan, dan diskriminasi sebagai akibat dari stereotip yang diabadikan oleh Islamofobia dan media pada tahun-tahun setelah serangan 9/11,” kata Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang Los Angeles, Hussam Ayloush, melansir Al-Jazeera, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga: Kandidat Wali Kota Chicago Komitmen Lindungi Muslim dan Komunitas Arab
Hussam mengatakan, 21 tahun setelah serangan, umat Islam terus menghadapi ancaman kekerasan. Menurut dia, ada semacam sentimen dari rakyat dan pemerintah Amerika yang membutuhkan ‘musuh’ bersama.
Menurut data statistik FBI, kejahatan akibat kebencian terhadap muslim meningkat tajam setelah peristiwa 11 September 2001. Kebencian itu bahkan terus meningkat hingga kini.
“Muslim terus menjadi target kebencian, penindasan, dan diskriminasi sebagai akibat dari stereotip yang diabadikan oleh Islamofobia dan media pada tahun-tahun setelah serangan 9/11,” kata Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang Los Angeles, Hussam Ayloush, melansir Al-Jazeera, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga: Kandidat Wali Kota Chicago Komitmen Lindungi Muslim dan Komunitas Arab
Hussam mengatakan, 21 tahun setelah serangan, umat Islam terus menghadapi ancaman kekerasan. Menurut dia, ada semacam sentimen dari rakyat dan pemerintah Amerika yang membutuhkan ‘musuh’ bersama.