home global news

PKS Khawatir Muncul Islamophobia dalam Kasus Kekerasan Santri Gontor

Selasa, 13 September 2022 - 20:05 WIB
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Bukhori. (Foto: dok. PKS)
Kasus kekerasan yang menewaskan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 1, Ponorogo, Jawa Timur menuai respons berbagai pihak. Kasus ini masih menjadi perbincangan hangat masyarakat karena kasus kriminal seharusnya tidak terjadi di lingkungan pesantren.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Bukhori, mengatakan penggalangan opini yang terjadi bisa saja menuntun pada perilaku zalim, tidak adil, hingga munculnya stigma terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Bahkan, Bukhori menilai bisa saja masuknya narasi Islamophobia.

Baca Juga:Wantim MUI Minta Pesantren Berbenah agar Kasus Gontor Tak Terulang

"Tidak proporsional dan tendensius bisa jadi politisasi terhadap kasus ini. Tidak menyelesaikan masalah, justru bisa menciptakan stigma dan fitnah terhadap pondok pesantren," kata Bukhori dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id, Selasa (13/9/2022).

Bukhori khawatir munculnya unsur politisasi dari kasus ini karena pemberitaan yang membesar-besarkan aksi kekerasan di Gontor. Menurutnya, cara tersebut dapat mendiskreditkan pondok pesantren (ponpes).

"Membesar-besarkan kasus tersebut untuk tujuan politisasi atau mendiskreditkan ponpes, tentu tidak bisa dibenarkan karena tidak adil, tidak proporsional dan tidak membantu mengatasi masalah," ucapnya.

Baca Juga:Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Santri Gontor
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ponpes gontor santri pks islamofobia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya