LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pondok pesantren berbenah. Pesantren perlu melakukan evaluasi dan perbaikan imbas kasus dugaan penganiayaan santri di
Pondok Modern Gontor, Jawa Timur.
“Semoga dengan adanya kejadian ini, Pondok Pesantren Gontor dan juga pondok pesantren lainnya melakukan evaluasi dan perbaikan,” kata Wakil Dewan Pertimbangan MUI, KH Zainut Tauhid Sa’adi, dilansir laman resmi MUI Rabu (13/9/2022).
Menurutnya, pesantren perlu mengawasi ketat berbagai kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan lainnya. Ia prihatin bila musibah yang menimpa Gontor dan santrinya terulang lagi.
Baca juga: Profil Pesantren Modern Gontor, Begini Sejarah Singkatnya“Saya ikut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya AM santri Pondok Pesantren Gontor, korban dari aksi kekerasan seniornya,” kata Kiai Zainut .
Kiai Zainut meyakini bahwa kejadian di Pondok Pesantren Gontor ini adalah bentuk kelalaian pengawasan dan santri yang tak mampu mengontrol diri. Karenanya, Kiai Zainut mengimbau para wali santri tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada Pengasuh Pondok Pesantren Gontor.
Dia mengatakan bahwa pesantren adalah tempat yang aman bagi anak-anak belajar. Menteri Agama, kata Kiai Zainut, juga telah meminta kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Ponorogo untuk melakukan pengecekan awal di TKP dan membentuk tim investigasi.
Baca juga: KH Imam Zarkasyi Modernis Pesantren Berdarah Ningrat KerajaanWakil Menteri Agama ini menjelaskan, tim investigasi akan melakukan kordinasi dengan KPAI, kepolisian setempat dan berbagai pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan secara lengkap dan komprhensif untuk bahan evaluasi serta mengambil kebijakan.
Dia mendukung kepolisian memproses secara hukum para pelaku kekerasan untuk mendapatkan sanksi yang setimpal.
(sof)