LANGIT7.ID, Jakarta -
Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia. Ada sejarah panjang yang melatarbelakangi lembaga pendidikan agama itu.
Pesantren Gontor berlokasi di daerah Ponorogo Jawa Timur. Ponpes ini berpegang teguh pada prinsipnya untuk tidak berafiliasi dengan partai politik atau ormas mana pun.
Melansir laman resmi Ponpes Gontor, pesantren ini berdiri pada abad ke-18. Awalnya bernama Pondok Tegalsari yang didirikan oleh Kyai Ageng Hasan Bashari.
Hingga pada tanggal 20 September 1926 tiga orang bersaudara mulai memberikan sentuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan di pesantren tersebut.
Baca Juga: Lukman Hakim Saefuddin: Gontor Tak Menganut KekerasanMereka adalah KH Ahmad Sahal (1901 - 1977), KH Zainudin Fananie (1908 - 1967), dan KH Imam Zarkasyi (1910 - 1985). Pesantren tersebut pun mulai menggabungkan materi akidah akhlak dan pendidikan umum.
Setelah 10 tahun berdiri pada 1936, di bawah kepemimpinan KH Imam Zarkasyi, pesantren tersebut resmi menyandang nama baru yakni Pondok Modern Darussalam Gontor.
Ponpes Gontor memiliki aturan cukup ketat demi mendisiplinkan para santrinya agar siap menjadi pemimpin umat masa depan. Tidak mudah untuk mendapatkan izin kegiatan di sana.
Publikasinya sempat naik berkat film yang menjadikan Ponpes Gontor sebagai lokasi syutingnya. Film itu adalah Negeri 5 Menara yang rilis pada 1 Maret 2012.
Dari film itu pula masyarakat sebetulnya sudah dapat menilai betapa ketatnya Ponpes Gontor dalam mendisiplinkan santri.
Salah satunya adalah para pengurus hanya mengizinkan kegiatan yang mendukung proses pendidikan dan pengajaran sesuai dengan visi mereka.
Saat ujian, meja akan dipasang secara terbalik, di mana laci meja menghadap ke depan. Tujuannya untuk menghindari potensi kecurangan saat ujian, seperti menyelipkan contekan di dalam laci.
Ditambah lagi, setiap ruangan kelas akan dijaga tiga pengawas ujian yang selalu berkeliling untuk memantau para pesertanya.
Kedisiplinan lain yang diatur di Ponpes Gontor adalah soal penampilan santri. Mereka diharuskan untuk memotong rambutnya secara rutin, sehingga lebih rapi.
Para santri dilarang memanjangkan rambutnya hingga menyentuh kerah baju, bahkan dilarang memotong rambut dengan gaya tertentu.
Saking disiplinnya, pihak pengurus akan memotong habis rambut santri apabila mereka melanggar aturan ini. Kedisiplinan dari ponpes inilah yang akhirnya banyak melahirkan orang-orang hebat.
Tidak sedikit jebolan Gontor yang menjadi pemimpin, mulai dari pemuka agama, pejabat pemerintah, pengusaha, atau setidaknya menjadi tokoh-tokoh masyarakat.
(bal)