LANGIT7.ID, Jakarta - Tokoh sekaligus alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor,
Lukman Hakim Saefuddin, memastikan ponpes tersebut tidak menerapkan kekerasan di sistem pendidikannya.
"
Gontor menerapkan disiplin tinggi, tapi tindak kekerasan itu sama sekali bukan lah yang dianut dalam sistem pendidikan Gontor," kata Lukman dalam keterangan tertulis diterima Langit7.id, Ahad (11/9/2022).
Lukman mengatakan, dugaan kekerasan yang menyebabkan wafatnya seorang santri berinisial AM merupakan sebuah kecelakaan.
"Sebab tak ada satu pun pihak, bahkan pada diri pelakunya sekali pun yang berniat menghilangkan nyawa seseorang," ujar dia.
Baca Juga: Viral Surat Pernyataan Wali Santri Gontor, Ini kata Mantan MenagSelain itu Lukman Hakim juga menyoroti surat pernyataan wali santri ke Pondok Modern Darussalam Gontor mengenai keterlibatan polisi di ponpes.
Dia menyebut, perjanjian itu bukan berarti menggugurkan proses hukum. Sebab ini hanya terkait penerapan pola pendidikan di Gontor.
"Konteksnya menyangkut kesediaan menaati dan mematuhi penerapan sistem dan pola pendidikan dan pengajaran," ujar Lukman.
Sebelumnya seorang santri dari Ponpes Gontor dilaporkan meninggal dunia pada 5 September lalu akibat kelelahan setelah mengikuti kegiatan perkemahan. Namun baru-baru ini terungkap bahwa ada dugaan kekerasan terhadap korban.
(bal)