Data Vaksin Diduga Bocor, Kemenkes Diminta Lakukan Penanganan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 13 September 2022 - 23:05 WIB
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Dok. Langit7.id)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengingatkan penjagaan data pengguna dan data kesehatan di PeduliLindungi harus dilakukan secara maksimal. Hal tersebut disampaikannya setelah data vaksinasi beberapa pejabat publik diduga bocor dan tersebar luas di kalangan publik.
Kurniasih meminta pemerintah mengklarifikasi kebenaran terkait data yang tersebar. Jika hal itu terbukti benar, maka keamanan data di bidang kesehatan tengah terancam.
Baca Juga:Pemerintah Bakal Bentuk Emergency Response Team Cegah Kebocoran Data
"Diakuin Kominfo benar ada data yang tersebar meski disebut bukan data terbaru. Tapi bagaimanapun, berarti diakui ada kebocoran data dan ini yang tengah mengancam kebocoran data di bidang kesehatan," ujar Kurniasih dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).
Kurniasih mengungkapkan, data kesehatan bersifat rahasia. Terlebih, Kemenkes baru saja mengintegrasikan data rekam medik pasien di PeduliLindungi. Itu artinya ada data riwayat kesehatan pasien yang bersifat rahasia tengah diintegrasikan dalam satu platform PeduliLindungi.
"Data rekam medik adalah data rahasia, hanya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bisa mengakses data tersebut. Sehingga setelah data rekam medik diintegrasikan ke PeduliLindungi ada pekerjaan tambahan terkait pengamanan data secara maksimal," ucap Kurniasih.
Baca Juga:Mahfud MD Akui Ada Kebocoran Data Negara, Tapi Belum Membahayakan
Kurniasih meminta pemerintah mengklarifikasi kebenaran terkait data yang tersebar. Jika hal itu terbukti benar, maka keamanan data di bidang kesehatan tengah terancam.
Baca Juga:Pemerintah Bakal Bentuk Emergency Response Team Cegah Kebocoran Data
"Diakuin Kominfo benar ada data yang tersebar meski disebut bukan data terbaru. Tapi bagaimanapun, berarti diakui ada kebocoran data dan ini yang tengah mengancam kebocoran data di bidang kesehatan," ujar Kurniasih dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).
Kurniasih mengungkapkan, data kesehatan bersifat rahasia. Terlebih, Kemenkes baru saja mengintegrasikan data rekam medik pasien di PeduliLindungi. Itu artinya ada data riwayat kesehatan pasien yang bersifat rahasia tengah diintegrasikan dalam satu platform PeduliLindungi.
"Data rekam medik adalah data rahasia, hanya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bisa mengakses data tersebut. Sehingga setelah data rekam medik diintegrasikan ke PeduliLindungi ada pekerjaan tambahan terkait pengamanan data secara maksimal," ucap Kurniasih.
Baca Juga:Mahfud MD Akui Ada Kebocoran Data Negara, Tapi Belum Membahayakan