Bisnis yang Tak Pernah Merugi
Azhar azis
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 05:30 WIB
Ilustrasi infaq dan zakat. Foto: Langit7.id/ iStock
Perdagangan, perniagaan, atau bisnis tak hanya di dunia. Dalam Al-Qur'an disebutkan cukup banyak kata perdagangan yang tujuannya adalah untuk meraih keuntungan dan keselamatan di akhirat.
Sebagaimana bisnis pada umumnya, perniagaan tentang akhirat ada untung dan ruginya. Keberuntungan akan diraih dengan mengikuti petunjuk Allah SWT, dan kerugianlah yang akan menimpa bagi orang yang tidak taat kepada-Nya.
Perniagaan menurut al-Qur'an, bukan semata-mata untuk meraih keutungan duniawi melainkan juga keselamatan di akhirat. Kita awali dengan membaca Surat Ash-Shaf ayat 10-12:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?"
Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, ayat ini turun berkaitan dengan hadis Abdullah ibnu Salam, bahwa para sahabat berkeinginan untuk menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang amal perbuatan yang paling disukai oleh Allah SWT untuk mereka kerjakan.
Pada ayat selanjutnya, Allah menunjukkan perniagaan yang besar dan tidak akan pernah merugi, yang menyelematkan di dunia dan akhirat. Inilah perniagaan yang sesungguhnya, sebagaimana firman-Nya:
Sebagaimana bisnis pada umumnya, perniagaan tentang akhirat ada untung dan ruginya. Keberuntungan akan diraih dengan mengikuti petunjuk Allah SWT, dan kerugianlah yang akan menimpa bagi orang yang tidak taat kepada-Nya.
Perniagaan menurut al-Qur'an, bukan semata-mata untuk meraih keutungan duniawi melainkan juga keselamatan di akhirat. Kita awali dengan membaca Surat Ash-Shaf ayat 10-12:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?"
Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, ayat ini turun berkaitan dengan hadis Abdullah ibnu Salam, bahwa para sahabat berkeinginan untuk menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang amal perbuatan yang paling disukai oleh Allah SWT untuk mereka kerjakan.
Pada ayat selanjutnya, Allah menunjukkan perniagaan yang besar dan tidak akan pernah merugi, yang menyelematkan di dunia dan akhirat. Inilah perniagaan yang sesungguhnya, sebagaimana firman-Nya: