Virus Corona Masih Ada, Ahli Sarankan Jangan Lepas Masker
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 15 September 2022 - 19:17 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), M. Trop.Paed menyarankan untuk tetap mengenakan masker karenavirus corona masih ada.
Sebab, lanjut Hinky, masker dapat membantu mengurangi risiko penularan atau transmisiinfeksi. Sehingga dengan memakai benda ini termasuk kebiasaan baik yang masih harus dipertahankan.
Baca juga: Tim Kesehatan Bagikan Masker ke Jemaah Waspadai Penularan Covid
"Virus masuknya utamanya dari lubang hidung bukan dari yang lain. Jadi yang harus kita lindungi itu lubang hidung. Yang bawa virusnya siapa? Orang. Jadi, gimana supaya yang bawa virus tidak menularkan kepada kita? Tutup hidung kita dengan memakai masker," demikian kata Hinky dikutip dari Antaranews, Kamis (15/9/2022).
Tak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat, penggunaan masker pun masih disarankan, baik di dalam atau luar ruangan. Hal tersebut dilakukan seiring munculnya varian baru virus corona yakni BA.5, pakar penyakit menular Berkeley Public Health John Swartzberg pada Juli lalu.
Pakar epidemiologi di Boston Children's Hospital Dr Maimuna Majumder mengatakan, dirinya masih memakai masker di luar ruangan yang sangat ramai. Dia juga sangat merekomendasikan agar orang lain melakukan hal yang sama.
Sementara, dokter spesialis pulmonologi dan pengobatan pernapasan (paru-paru) Dr dr Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), mengatakan ada kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka.
Sebab, lanjut Hinky, masker dapat membantu mengurangi risiko penularan atau transmisiinfeksi. Sehingga dengan memakai benda ini termasuk kebiasaan baik yang masih harus dipertahankan.
Baca juga: Tim Kesehatan Bagikan Masker ke Jemaah Waspadai Penularan Covid
"Virus masuknya utamanya dari lubang hidung bukan dari yang lain. Jadi yang harus kita lindungi itu lubang hidung. Yang bawa virusnya siapa? Orang. Jadi, gimana supaya yang bawa virus tidak menularkan kepada kita? Tutup hidung kita dengan memakai masker," demikian kata Hinky dikutip dari Antaranews, Kamis (15/9/2022).
Tak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat, penggunaan masker pun masih disarankan, baik di dalam atau luar ruangan. Hal tersebut dilakukan seiring munculnya varian baru virus corona yakni BA.5, pakar penyakit menular Berkeley Public Health John Swartzberg pada Juli lalu.
Pakar epidemiologi di Boston Children's Hospital Dr Maimuna Majumder mengatakan, dirinya masih memakai masker di luar ruangan yang sangat ramai. Dia juga sangat merekomendasikan agar orang lain melakukan hal yang sama.
Sementara, dokter spesialis pulmonologi dan pengobatan pernapasan (paru-paru) Dr dr Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), mengatakan ada kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka.