LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), M. Trop.Paed menyarankan untuk tetap mengenakan
masker karena
virus corona masih ada.
Sebab, lanjut Hinky, masker dapat membantu mengurangi risiko penularan atau transmisi
infeksi. Sehingga dengan memakai benda ini termasuk kebiasaan baik yang masih harus dipertahankan.
Baca juga: Tim Kesehatan Bagikan Masker ke Jemaah Waspadai Penularan Covid"Virus masuknya utamanya dari lubang hidung bukan dari yang lain. Jadi yang harus kita lindungi itu lubang hidung. Yang bawa virusnya siapa? Orang. Jadi, gimana supaya yang bawa virus tidak menularkan kepada kita? Tutup hidung kita dengan memakai masker," demikian kata Hinky dikutip dari Antaranews, Kamis (15/9/2022).
Tak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat, penggunaan masker pun masih disarankan, baik di dalam atau luar ruangan. Hal tersebut dilakukan seiring munculnya varian baru virus corona yakni BA.5, pakar penyakit menular Berkeley Public Health John Swartzberg pada Juli lalu.
Pakar
epidemiologi di Boston Children's Hospital Dr Maimuna Majumder mengatakan, dirinya masih memakai masker di luar ruangan yang sangat ramai. Dia juga sangat merekomendasikan agar orang lain melakukan hal yang sama.
Sementara, dokter spesialis pulmonologi dan pengobatan pernapasan (paru-paru) Dr dr Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), mengatakan ada kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Selalu Pakai Masker Antisipasi Badai PasirSalah satunya saat cakupan atau persentase
vaksinasi dosis penguat atau booster sudah tinggi.
"Kalau cakupan vaksinasi booster sudah tinggi dan penularan atau transmisi dari virus di masyarakat sudah menurun dan terkendali, kemungkinan untuk kita buka masker di ruang terbuka itu ada," ujar dia dalam webinar bertema “Pentingnya Vaksinasi Booster dalam Melindungi Masyarakat dari Akibat Serius Penyakit COVID-19 Termasuk Rawat Inap dan Kematian”.
Meski begitu, Erlina yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu mengingatkan, kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka tak dipengaruhi dari seringnya ia mendapatkan suntikan vaksin.
"Ada kemungkinan kita akan lepas masker? Ada. Tetapi kondisinya bukan karena sering divaksin," kata dia.
Data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per 14 September menunjukkan cakupan vaksinasi ketiga mencapai 62.161.753 orang (atau sekitar 26,48 persen) dan vaksinasi keempat atau booster kedua sekitar 513.741 orang dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 234.666.020 orang.
Baca juga: Rasa Cemas Muncul Seiring Aturan Lepas Masker, Wajarkah?(est)