LANGIT7.ID - , Jakarta - Pelonggaran kebijakan memakai
masker di ruang terbuka yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada pekan lalu menimbulkan rasa cemas pada masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Profesor Penyakit Infeksi dan pengobatan preventif di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Tennessee, Dr. William Schaffner mengatakan hal tersebut adalah normal.
Baca juga: Sebelum Lepas Masker, Perhatikan 3 Hal Penting IniDia pun membandingkan kondisi tersebut dengan pasiennya di unit perawatan intensif. Saat kondisi membaik dan pindah ke ruangan biasa di rumah sakit,
kecemasan pun muncul.
“Mungkin ada kecemasan jika mereka tidak dapat melihat atau mendengar bunyi detak jantung mereka secara teratur. Jadi, ada kecemasan transisi yang merupakan kombinasi dari kegembiraan karena mereka menjadi lebih baik. Tetapi khawatir karena mereka tidak dipantau dengan cermat," jelas Scaffner seperti dikutip dari Healthline.
Menurut dia, terkadang dibutuhkan waktu bagi orang untuk membuat penyesuaian itu dengan lingkungan yang kurang aman.
Psikolog klinis dewasa dari Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten Mega Tala Harimukthi berpesan bagi masyarakat yang merasa cemas melepas masker, sebaiknya tetap mengedepankan protokol kesehatan.
"Karena tidak semua hal bisa kita kendalikan, jadi jika memang kebijakan tersebut membuat semakin cemas, tetaplah memegang protokol kesehatan," ujar Mega Tala.
Namun di sisi lain, Mega menyarankan, mereka untuk menerima kenyataan bila banyak orang yang tidak memakai masker dan terkesan abai pada
prokes.
Menurut Mega, yang bisa dilakukan saat ini adalah mengendalikan diri sendiri, bukan mengendalikan orang lain. Termasuk perilaku dalam menerapkan prokes.
"Artinya, kita tidak bisa lagi memaksakan orang lain untuk mengikuti perilaku kita yang masih bermasker untuk menjaga keamanan diri sendiri," jelas Mega Tala seperti dikutip dari Antaranews, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: MUI Izinkan Jamaah Lepas Masker Saat Shalat di MasjidPada akhirnya, menurut Mega, masyarakat akan tetap menjaga diri dengan tetap menerapokan prokes. Termasuk mengenakan masker ruang publik, termasuk di ruangan tertutup. Juga bisa dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun secara rutin dan mendapatkan vaksin COVID-19.
"Jadi intinya bagi yang masih merasa cemas dengan kebijakan baru ini, ada baiknya tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun kapan pun sebagai upaya menurunkan kecemasannya dan merasa lebih aman," pungkas Mega Tala.
(est)