NASA Sebut Sampah Luar Angkasa Jadi Ancaman Besar Masa Kini
Ummu hani
Jum'at, 16 September 2022 - 18:15 WIB
NASA Sebut Sampah Luar Angkasa Jadi Ancaman Besar Masa Kini. Foto: Langit7.id/iStock.
Masalah sampah luar angkasa disebut menjadi ancaman di masa kini. Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) hal tersebut karena meningkatnya jumlah satelit di Orbit Rendah Bumi (LEO).
Kegiatan ekonomi yang dibangun melalui kecanggihan teknologi oleh perusahaan, seperti SpaceX, Amazon, Boeing, Northrup Grumman, Thales, Lockheed Martin, Airbus, dan masih banyak lagi meningkatkan sampah antariksa.
Menurut NASA, sampah luar angkasa sebagian besar terdiri dari puing-puing misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, serta roket yang ditinggalkan.
"Semuanya merupakan dibuat oleh manusia. Puing-puing orbit adalah salah satu tantangan besar di era kita," ujar Bhavya Lal, Administrator Asosiasi untuk Kantor Teknologi, Kebijakan, dan Strategi Markas NASA, mengutip dari ZDnet, Jumat (16/9/2022).
Baca Juga:Anti Gaptek, Ini Deretan Teknologi Pernah Dipakai Ratu Elizabeth II
NASA melakukan penelitian yang bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan orbit dan mengeksplorasi kebijakan untuk membatasi terciptanya puing-puing serta sampah luar angkasa yang akan berdampak pada bumi.
"Mempertahankan kemampuan kita untuk menggunakan ruang sangat penting bagi ekonomi kita, keamanan nasional kita, dan perusahaan sains dan teknologi bangsa kita," kata Lal.
Kegiatan ekonomi yang dibangun melalui kecanggihan teknologi oleh perusahaan, seperti SpaceX, Amazon, Boeing, Northrup Grumman, Thales, Lockheed Martin, Airbus, dan masih banyak lagi meningkatkan sampah antariksa.
Menurut NASA, sampah luar angkasa sebagian besar terdiri dari puing-puing misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, serta roket yang ditinggalkan.
"Semuanya merupakan dibuat oleh manusia. Puing-puing orbit adalah salah satu tantangan besar di era kita," ujar Bhavya Lal, Administrator Asosiasi untuk Kantor Teknologi, Kebijakan, dan Strategi Markas NASA, mengutip dari ZDnet, Jumat (16/9/2022).
Baca Juga:Anti Gaptek, Ini Deretan Teknologi Pernah Dipakai Ratu Elizabeth II
NASA melakukan penelitian yang bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan orbit dan mengeksplorasi kebijakan untuk membatasi terciptanya puing-puing serta sampah luar angkasa yang akan berdampak pada bumi.
"Mempertahankan kemampuan kita untuk menggunakan ruang sangat penting bagi ekonomi kita, keamanan nasional kita, dan perusahaan sains dan teknologi bangsa kita," kata Lal.