Tak Mampu Bayar Utang, Aset 3 Negara Berkembang Ini Disita China
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 16 September 2022 - 23:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Tiga negara di dunia ini harus merelakan asetnya disita China lantaran tidak bisa membayar utangnya. Fenomena tersebut masuk ke dalam 'China Debt Trap' atau jebakan utang China.
China dianggap sengaja memberikan pinjaman ke negara lain dengan tawaran nilai utang yang besar. Di sisi lain, negeri Tirai Bambu itu membuat kontrak yang menguntungkan sepihak bila utang tak dilunasi tepat waktu.
Baca Juga:Solusi Ekonomi Ala Nabi Yusuf AS dalam Menghadapi Krisis
Hal tersebut membuat beberapa negara yang terjerat jebakan utang China terpaksa menyerahkan sejumlah asetnya sebagai ganti atas utang yang belum terbayarkan. Tak hanya negara kecil, beberapa negara berkembang juga harus merelakan asetnya disita oleh China.
Berikut ini tiga negara berkembang yang asetnya disita China:
1. Sri Lanka
Sri Lanka baru saja mengalami kebangkrutan pasca kepemimpinan Gottabaya Rajapaksa. Dia dinilai menjadi penyebab utama kebangkrutan Sri Lanka akibat gagal bayar utang luat negeri sebesar USD51 miliar atau Rp754,8 triliun (kurs Rp14.800).
China dianggap sengaja memberikan pinjaman ke negara lain dengan tawaran nilai utang yang besar. Di sisi lain, negeri Tirai Bambu itu membuat kontrak yang menguntungkan sepihak bila utang tak dilunasi tepat waktu.
Baca Juga:Solusi Ekonomi Ala Nabi Yusuf AS dalam Menghadapi Krisis
Hal tersebut membuat beberapa negara yang terjerat jebakan utang China terpaksa menyerahkan sejumlah asetnya sebagai ganti atas utang yang belum terbayarkan. Tak hanya negara kecil, beberapa negara berkembang juga harus merelakan asetnya disita oleh China.
Berikut ini tiga negara berkembang yang asetnya disita China:
1. Sri Lanka
Sri Lanka baru saja mengalami kebangkrutan pasca kepemimpinan Gottabaya Rajapaksa. Dia dinilai menjadi penyebab utama kebangkrutan Sri Lanka akibat gagal bayar utang luat negeri sebesar USD51 miliar atau Rp754,8 triliun (kurs Rp14.800).