Indonesia Terima Bantuan Obat-obatan dan Alkes Senilai Rp750 M
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 16:20 WIB
Sejumlah kader Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) berjalan menuju rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Antapani Kidul, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021). Foto: Anatara/Raisan
Bantuan obat-obatan terapeutik dan alat kesehatan (alkes) senilai Rp750 miliar tiba di Indonesia Jumat (13/8/2021). Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dari pemerintah dan swasta di Amerika Serikat (AS) terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, kedatangan obat-obatan dan alkes tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Menlu RI Retno LP Marsudi ke AS awal Agustus 2021. Hal itu berupa komitmen dukungan penanganan pandemi, baik dari Pemerintah AS maupun dari pihak swasta.
Baca Juga:Pengiriman Tahap Pertama, 3 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia
Perusahaan farmasi AS Eli Lilly memberikan dukungan berupa obat-obatan terapeutik senilai lebih dari 51,6 juta dolar AS. Sementara organisasi nirlaba di bidang kemanusiaan Direct Relief selain melakukan dukungan proses pengiriman obat produksi Eli Lilly juga memberikan sejumlah obat lain dan alkes senilai lebih dari 719.000dolar AS. Paket bantuan tersebut dikirim dari Bandara Los Angeles pada 11 Agustus 2021 yang dilepaslangsung Konsul Jenderal RI di Los Angeles.
"Menlu RI telah menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk kepada Senior Vice President Eli Lilly dalam pertemuannya di Washington DC pekan lalu," demikian bunyi pernyataan pers Kemenlu, Sabtu (14/8/2021).
Hingga saat ini, total dukungan dari Pemerintah AS kepada Indonesia sejak awal pandemi mencapai 65 juta dolar AS dan sebanyakdelapan juta dosis vaksin Moderna yang disalurkan melalui Covax Facility. Jika digabungkan, maka nilai total dukungan Pemerintah dan swasta AS untuk Indonesia sejak awal pandemi mencapai 117,3 juta dolar AS atau sekitar Rp1,68 triliun dandelapanjuta vaksin Moderna.
Baca Juga:Vaksinasi Beda Platform, Nakes Bakal Disuntik Moderna usai Terima Sinovac
Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, kedatangan obat-obatan dan alkes tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Menlu RI Retno LP Marsudi ke AS awal Agustus 2021. Hal itu berupa komitmen dukungan penanganan pandemi, baik dari Pemerintah AS maupun dari pihak swasta.
Baca Juga:Pengiriman Tahap Pertama, 3 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia
Perusahaan farmasi AS Eli Lilly memberikan dukungan berupa obat-obatan terapeutik senilai lebih dari 51,6 juta dolar AS. Sementara organisasi nirlaba di bidang kemanusiaan Direct Relief selain melakukan dukungan proses pengiriman obat produksi Eli Lilly juga memberikan sejumlah obat lain dan alkes senilai lebih dari 719.000dolar AS. Paket bantuan tersebut dikirim dari Bandara Los Angeles pada 11 Agustus 2021 yang dilepaslangsung Konsul Jenderal RI di Los Angeles.
"Menlu RI telah menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk kepada Senior Vice President Eli Lilly dalam pertemuannya di Washington DC pekan lalu," demikian bunyi pernyataan pers Kemenlu, Sabtu (14/8/2021).
Hingga saat ini, total dukungan dari Pemerintah AS kepada Indonesia sejak awal pandemi mencapai 65 juta dolar AS dan sebanyakdelapan juta dosis vaksin Moderna yang disalurkan melalui Covax Facility. Jika digabungkan, maka nilai total dukungan Pemerintah dan swasta AS untuk Indonesia sejak awal pandemi mencapai 117,3 juta dolar AS atau sekitar Rp1,68 triliun dandelapanjuta vaksin Moderna.
Baca Juga:Vaksinasi Beda Platform, Nakes Bakal Disuntik Moderna usai Terima Sinovac