TGB: Kekerasan Bisa Jadi Fitnah, Pesantren Harus Ramah Santri
Muhajirin
Selasa, 20 September 2022 - 19:15 WIB
Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan ceramah dalam Hari ultah ke-87 NWDI di Pancor, Lombok Timur (foto: istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), meminta para pengurus pesantren untuk menjadikan pondok pesantren sebagai tempat ramah santri. Dia tak ingin ada kekerasan di lingkungan pesantren yang berpotensi menimbulkan fitnah.
"Apa yang terjadi di lembaga pendidikan Islam diharapkan tidak terjadi lagi. Khususnya di lembaga pendidikan NWDI," kata TGB saat menyampaikan ceramah dalam Hultah ke-87 NWDI di Pancor, Lombok Timur, dikutip kanal Hamzanwadi Channel, Selasa (20/9/2022).
TGB menekankan, kekerasan yang terjadi di pondok pesantren bisa menjadi fitnah. Fitnah tidak hanya menimpa satu pesantren saja, tapi merugikan lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan.
Baca Juga: Kontribusi Besar Pesantren, Permudah Masyarakat Akses Pendidikan
Menurut Ketua Harian DPP Partai Perindo ini, tindak kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan. Ada banyak cara lain yang dapat dilakukan dalam proses pendidikan dan pengajaran. Terutama di pondok pesantren maupun madrasah aliyah pada umumnya.
"Apa yang terjadi di lembaga pendidikan Islam diharapkan tidak terjadi lagi. Khususnya di lembaga pendidikan NWDI," kata TGB saat menyampaikan ceramah dalam Hultah ke-87 NWDI di Pancor, Lombok Timur, dikutip kanal Hamzanwadi Channel, Selasa (20/9/2022).
TGB menekankan, kekerasan yang terjadi di pondok pesantren bisa menjadi fitnah. Fitnah tidak hanya menimpa satu pesantren saja, tapi merugikan lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan.
Baca Juga: Kontribusi Besar Pesantren, Permudah Masyarakat Akses Pendidikan
Menurut Ketua Harian DPP Partai Perindo ini, tindak kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan. Ada banyak cara lain yang dapat dilakukan dalam proses pendidikan dan pengajaran. Terutama di pondok pesantren maupun madrasah aliyah pada umumnya.